SIARINDOMEDIA.COM – Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Maghfiroh mengembangkan unit usaha budidaya anggrek. Hebatnya pesantren ini dapat menjual tanaman ini hingga laku senilai Rp30 juta. Pesanan pun datang dari berbagai daerah di Indonesia, dari Bali sampai Aceh.
Sekertaris Yayasan Bahrul Maghfiroh, Ibnu Taufik menjelaskan bahwa ponpes ini memang memiliki berbagai unit usaha. Tercatat terdapat 12 unit usaha yang dimiliki, diantaranya Pertashop, budidaya anggrek, pengolahan keju mozarela, budidaya ikan koi dan pengolahan kopi rempah.
“Semuanya produktif, tapi yang mengagetkan, unit usaha anggrek bulan kemarin membukukan pemasukan hingga Rp30 juta,” ungkap Taufik, Kamis (24/8/2023).
Diakui oleh Sekertaris Yayasan ini, jika unit usaha anggrek baru dirintis dari empat tahun silam. Tidak banyak pondok pesantren yang berani membuka usaha budidaya anggrek karena perlu perhatian dan perawatan yang ekstra.
Sementara penanggungjawab unit usaha anggrek, Muhammad Mihwan, menambahkan selama dua tahun pertama tidak ada pemasukan. Lantaran masih belajar dan meraba pasar.
“Tapi Alhamdulillah kini permintaan banyak dari Bandung, Bali sampai Aceh. Bahkan dalam waktu dekat kami siap mengekspor,” ucap Mihwan.

Ditanya tentang rahasia cara penjualan anggrek, guru SMP Bahrul Maghfiroh ini menyampaikan jika timnya tiap hari live di Tiktok dan Shopee. Usai menunaikan sholat dhuhur berjama’ah, timnya ini memasarkan anggrek yang dibudidayakan ponpes.
Ponpes Bahrul Maghfiroh saat ini konsentrasi budidaya Anggrek Bulan, Cattleya dan Dendrobium. Ketiga jenis ini dianggap tahan cuaca dan di pasaran permintaannya tinggi. Mereka menjual dengan kisaran harga mulai Rp15.000–Rp175.000 per pot.
“Alhamdulillah bulan kemarin dapat terjual hingga 400 pot, hingga ada pemasukan Rp30 juta,” pungkasnya.














