SIARINDOMEDIA.COM – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (PKM UM) menggelar agenda diskusi ragam investasi kepada pelaku UMKM di lantai 3 Ruang Meeting Gedung Malang Creative Center (MCC), Senin (14/8/2023).
Agenda edukasi ragam investasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan peluang passive income bagi komunitas atau pelaku UMKM di Kota Malang.
“Saya tertarik mengangkat tema ragam investasi untuk memberikan edukasi bahwa investasi itu ndak cuma nabung aja. Tapi ada bentuk lain yang menjaga nilai mata uang kita,” ungkap Dhika Maha Putri, S.Pd., M.Acc., anggota tim PKM UM kepada reporter Siarindo Media, Senin (14/8/2023).

Lebih lanjut, Dhika menambahkan, bahwa kasus yang disampaikan tersebut adalah pengalaman yang dia jumpai di lingkungan keluarga atau orang terdekatnya. Dia menilai, masih banyak orang di sekitarnya yang kurang cakap dalam mengelola sebuah aset.
“Pemilik UMKM makin ke sini semakin bingung uangnya itu setelah dapat laba selain ditabung itu diapain gitu, Mas,” terangnya.
Di sisi lain, dalam agenda kali ini, Dhika tidak sendirian, Direktur Galeri Investasi dan Bursa Efek Indonesia Universitas Negeri Malang (GIBEI UM) tersebut ditemani oleh satu rekan dosen lainnya, Dwi Narullia, S.E., M.S.A., CSRS, selaku ketua tim PKM UM dan beberapa mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UM.
Agenda yang digelar di gedung MCC tersebut diikuti 25 pemilik UMKM di Kota Malang. Para pelaku UMKM tersebut berangakat dari berbagai kalangan, mulai pemuda hingga ibu rumah tangga.

Lebih jauh lagi, dalam diskusi kali ini, tim PKM UM membagikan dua materi penting terkait dunia investasi, yaitu materi Ragam Investasi yang disampaikan oleh Dhika, sementara materi terkait Galeri Bursa Efek Indonesia disampaikan oleh Ryo Prayoga Adi bayu Wardana dan materi Kelompok Studi Pasar Modal dipaparkan oleh Putri Saskia.
Nantinya, terang Dhika, agenda diskusi ini tidak akan berhenti cukup di sini. Timnya akan terus memberikan layanan konsultasi untuk para pelaku UMKM yang hadir.
Dhika berharap, melalui agenda diskusi ini para pelaku UMKM dapat memanfaatkan penghasilan dari usahanya dengan ditujukan ke investasi.
“Harapan saya, ibu-ibu (pelaku) UMKM ini lebih melek lagi bahwa investasi itu bentuknya ga cuma tanah dan juga tabungan,” kata Dhika.
“Kalau tabungan kan kena inflasi. Kalau tanah ketika saya lihat dari kejadian covid kemarin banyak yang susah jual. Akhirnya karena tanahnya nggak laku, sembarang kaler dijualin, semuanya dijualin untuk memenuhi kebutuhan hidup,” tambahnya.
“Padahal kalau mereka punya instrumen investasi yang lain ndak sampai terjadi seperti itu,” pungkasnya.














