KETUM KSPM FEB UM SAMPAIKAN PENTINGNYA PEMAHAMAN INVESTASI BAGI PARA PEMUDA

SIARINDOMEDIA.COMĀ – Ketua umum (Ketum) Kelompok Studi Pasar Modal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang (KSPM FEB UM), Ryo Prayoga Adi bayu Wardana sampaikan pentingnya pemahaman investasi Ā bagi para pemuda dalam agenda diskusi investasi tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (PKM UM) di Gedung Malang Creative Center (MCC), Senin (14/8/2023).

Dalam agenda tersebut, Ryo bersama satu rekannya, Putri Saskia, menyampaikan materi terkait Bursa Efek Indonesia kepada para peserta. Diskusi terasa hidup sebab para audiens aktif melemparkan pertanyaan mengenai materi yang disampaikan oleh kedua anggota KSPM tersebut.

KSPM sendiri merupakan kelompok belajar studi pasar modal yang berada di bawah naungan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (GIBEI) UM.

“Jadi kita itu kelompok studi yang belajar tentang saham, reksadana gitu. Nanti kita diajari kayak gimana cara jual beli saham gitu,” terang Ryo kepada Reporter Siarindo Media saat dijumpai selepas agenda diskusi, Senin (14/8/2023).

“Kita (KSPM) anggotanya ada 158 orang itu seluruh (civitas) akademisi UM,” tambahnya.

Di lain sisi, Ketum KSPM FEB UM tersebut terlihat lincah saat ditanyai mengenai seluk beluk saham. Menurutnya, pemahaman mengenai saham sangat penting khususnya bagi pemuda sebagai bekal di dunia kerja secara praktis.

ā€œPenting banget. Semua aspek di sini (investasi) terutama saham ya, Mas. Semua saham pasti ada di lini roda kehidupan. Entah itu di sektor telekomunikasi, transportasi, Kesehatan, perbankan, itu semuanya ada di saham,ā€ terang Ryo.

ā€œJadi kalo misalnya kita udah tau tentang saham, kita itu sudah tau semuanya gitu. Karena semua sektor itu ada di saham itu. Gimana cara dunia kerja itu dengan lihat laporan keuangannya itu kita sudah tau gitu,ā€ imbuh mahasiswa prodi Manajemen UM tersebut.

Lebih lanjut, Ryo memaparkan, bahwa sejauh riset yang ditemui, Masyarakat sejauh ini masih lebih memilih mendownload aplikasi pinjaman online (pinjol) daripada belajar investasi.

Hal tersebut menurut Ryo, berakar dari kebutuhan masyarakat khususnya para pemuda terhadap investasi masih terhitung minim. Apalagi di zaman yang semua bisa didapatkan hanya dengan genggaman tangan, anak-anak mudah lebih memilih hidup konsumtif dengan memberi makan ego untuk hal-hal yang tidak terlalu penting.

ā€œKalau kita butuh investasi kan kalau pas kebutuhan kita sudah terpenuhi. Sementara pinjol kan ini kebutuhan mereka belum terpenuhi,ā€ papar mahasiswa asal Kota Batu tersebut.

ā€œJadi investasi memang ada di nomer dua, tiga setelah kebutuhan kita sudah terpenuhi. Orang butuh duit buat memenuhi kehidupan. Bisa juga gaya hidupnya lebih tinggi dari pada kebutuhannya,ā€ pungkasnya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *