UM KENALKAN JAMU HERBAL JADI KOMODITAS LAYAK JUAL DI MALAYSIA

Siarindomedia.com – Siapa bilang jamu tradisional (herbal) tidak bisa bersaing dengan jamu pabrikan? Siapa bilang jamu tradisional tidak memiliki nilai jual di masyarakat. Sebaliknya, di tangan orang yang tepat dan cara jual yang tepat pula, jamu tradisional bisa go internasional.

Ini seperti yang disampaikan Prof. Dr. Etty Soesilowati, MSi dan Dr. Makaryanawati, SE., M.Si., AK., CA., CSRS dalam International Community Service di Gombak, Kuala Lumpur, 10 Agustus 2023. Dua dosen Universitas Negeri Malang (UM) ini menyampaikan materi terkait dengan pengolahan jamu tradisional.

Nantinya produk ini akan menjadi marketable serta bagaimana menghitung harga pokok produksi (HPP) jamu agar dapat menentukan harga jual yang kompetitif.

Di samping kedua pemateri utama, kegiatan pengabdian masyarakat internasional dari Program Studi S2 Akuntansi UM ini dibantu mahasiswa Magister Akuntansi UM. Antara lain Robbiatul Hasaniah Utami, Moh Mochtar, Diah Ragil, dan Naila Afni. Mereka menyampaikan cara memasarkan produk jamu secara online melalui digital marketing.

Program Internasional Kampus

Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif pengabdian lintas negara yang bertujuan membangun kerja sama internasional, pertukaran pengetahuan, serta kontribusi nyata dosen akuntansi Universitas Negeri Malang kepada komunitas global. Acara yang berlangsung satu hari ini diisi dengan diskusi interaktif serta workshop pemberdayaan masyarakat terkait digital marketing.

Dalam sesi utama, para pembicara menyampaikan materi tentang pentingnya memanfaatkan produk herbal, perhitungan HPP dan harga jual, dan peran mahasiswa Magister Akuntansi dalam pembangunan berkelanjutan lintas batas negara. Selain itu, kegiatan ini juga diwarnai dengan sesi berbagi inspirasi bersama komunitas Pekerja Migran Indonesia yang berdomisili di Gombak Kuala Lumpur Malaysia yang antusias mengikuti rangkaian acara.

 

Forum ini bukan hanya bentuk pengabdian kepada masyarakat internasional, tetapi juga menjadi momen refleksi untuk memahami tantangan sosial yang dihadapi komunitas global. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan melalui kerja sama dengan institusi di Malaysia, serta menjadi langkah awal pengembangan program serupa di negara lainnya. Kegiatan ini juga selaras dengan target SDG 17, yakni membangun kemitraan global yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. (abm-siarindo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *