PORDASI KOTA MALANG SIAPKAN 10 ATLET UNTUK RAIH EMAS DI PORPROV VIII 2023

SIARINDOMEDIA.COM – Pelatih Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI), Aditya Nugraha menyiapkan 10 atlet untuk meraih emas di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII 2023. Para atlet Kota Malang tersebut terdiri dari 5 perempuan dan 5 laki-laki.

Aditya mengutarakan, target PORDASI Kota Malang di Porprov tahun ini sendiri adalah mendulang medali khususnya medali emas sebanyak-banyaknya.

“Target kami, seperti yang kami sampaikan, untuk di Dressage karena Kota Malang ini terus terang masih kalah jauh dengan Sidoarjo dan Surabaya, kita ndak muluk-muluk, kita dapat perunggu di equestrian itu alhamdulillah,” ujar Aditya.

“Tapi untuk di pacu insyallah kita mentargetkan dua sampai tiga emas. Sedangkan di HBA (Horseback Archery) sama, kita bisa mentargetkan tiga sampai empat emas. Karena ada perebutan enam medali di HBA di pacu ada lima, di Dressage ada 12,” imbuhnya.

“Tapi di Kota Malang ini belum populer, karena memang sangat mahal (peralatan) untuk di Dressage,” lanjutnya.


Apa yang dipaparkan Adit tersebut mengacu pada raihan positif yang didapat para atletnya di dua event terakhir. Misalnya, dalam event Horseback Archery Wali Kota Cup 2023 di Kota Probolinggo, Kota Malang mampu meraih meraih 3 emas, 2 perak dan 2 perunggu.

Dan yang terbaru, dalam event Kejuaraan Grebeg Suro 2023 di Ponorogo, atlet Kota Malang berhasil membawa 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu.

Adit menuturkan, para atlet Kota Malang diberi porsi latihan dua kali seminggu. Sebab yang terpenting untuk para atlet adalah muscle memory atau otot memori.

“Kalau anak-anak, biasanya kalau berkudanya mereka itu satu minggu dua kali. Biasanya satu minggu juga sekali. Karena berkuda hanya untuk mengingat otot memori,” terang Adit.

“Kalau (latihan) berkudanya ndak terlalu banyak karena rata-rata anak-anak yang sekarang ikut basic riding atau menunggang dasar sudah mempuni semua. Jadi hanya sekedar latihan ringan untuk menguatkan otot dan memori otot,” sambungnya.

Pelatih PORDASI Kota Malang tersebut memaparkan, bahwa latihan spesifik untuk HBA lebih ditekankan untuk memanah. Bahkan, porsi latihan memanah hampir setiap hari.

Sementara, untuk kategori pacu, para atlet dilatih untuk menunggang ringan dan melatih nyali. Sedangkan di bagian Dressage, para atlet diberi treatment untuk menguasai dasar mengendalikan kuda, baik mode jumping, tunggang serasi, walk, truth, center, hingga gelm.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *