PERKASA DI PROBOLINGGO, MODAL KUAT PORDASI KOTA MALANG DI PORPROV VIII 2023

SIARINDOMEDIA.COM – Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Kota Malang perkasa di kejuaraan berkuda tingkat provinsi yang bertajuk Horseback Archery Wali Kota Cup 2023 di Kota Probolinggo.

Aditya Nugraha, pelatih PORDASI Kota Malang menuturkan, raihan positif para atlet pada event berkuda di Kota Probolinggo ini menjadi modal kuat Kota Malang sebelum berangkat menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII 2023.

“Syukur Alhamdulillah karena target perolehan medali dan peta kekuatan lawan sebagai acuan atau simulasi Porprov di Sidoarjo Insyaallah terpenuhi,” kata Adit.

“Dan optimis kami bisa dan mampu mencapainya. Tentu tetap degan ikhtiar dan doa yang maksimal,” sambungnya.

Lebih lanjut, event yang dihelat pada 10 dan 11 Juni 2023 di lapangan Jl. Progo, Kelurahan Jrebeg Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo tersebut diikuti 152 peserta dari 13 kabupaten/kota di penjuru Jawa Timur.

Secara keseluruhan, Kota Malang mengirimkan 8 atlet dan mampu meraih 3 emas, 2 perak dan 2 perunggu.

Untuk medali emas, Omar el Farooq Putra Alleut mampu berdiri tegak di podium pertama dengan tiga kategori berbeda, yaitu Horseback Archery Double Shoot 100m, Horseback Archery Triple Shoot 100m dan Ground Archery Fast Shooting 15m.

Sementara di podium dua kategori Horseback Archery Triple Shoot 100m diisi oleh Daniel Azmi Muhammad dan Arfa Putra Baringga mengisi podium kedua kategori Horseback Archery double shoot 100m.

Selanjutnya, peringkat ketiga kategori Ground Archery Fast Shooting 15m berhasil diraih oleh Daniel Azmi Muhammad sedangkan Wardah el Jannah el maulidah Putri Alleut naik di podium ketiga kategori Ground Archery 40m.

PORDASI bersama Ketua KONI Kota Malang
MODAL DI PORPROV VIII 2023. Ketua Umum KONI Kota Malang, Djoni Sudjatmoko, bersama para atlet dan official PORDASI Kota Malang. Foto: Ist

Dalam prosesnya, Adit memaparkan bahwa tidak ada treatment khusus yang dilakukan kepada para atletnya. Dia hanya menekankan agar para atlet bisa menjaga muscle memory atau menjaga daya ingat terhadap gerakan yang sudah dilatih.

“Treatment khusus selama ini tidak ada, baik dari porsi fisik maupun asupan. Yang jelas adalah setiap atlet wajib menjaga muscle memory, baik untuk Horseback Archery maupun Ground Archery yaitu dengan latihan rutin setiap hari minimal 1 jam,” papar Adit.

“Untuk Horseback Archery tidak selalu harus dengan kuda, bisa menggunakan Horse Dummy seperti tong, kursi, motoran semisal sambil memanah. Sedangkan utk Ground Archery cukup dengan latihan memanah minimal 10 sampai 100 shoot setiap hari di jarak berapa pun,” tambahnya.

Di sisi lain, Adit berharap agar ke depannya olahraga ini bisa semakin digemari oleh masyarakat luas dan dukungan fasilitas lapangan yang layak untuk para atlet dari pemangku kebijakan.

“Ke depan semoga olahraga sunnah dan berprestasi ini semakin diminati oleh semua kalangan, pelajar khususnya,” ujar Adit.

“Serta mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, baik pemerintah Kota Malang, orang tua dan para donatur. Mengingat olahraga ini cukup mahal dan butuh banyak usaha baik material maupun ketersediaan lapangan khusus Horseback Archery di Kota Malang.

Aditya Nugraha
BERHARAP OLAHRAGA MEMANAH KIAN DIGEMARI. Aditya Nugraha, pelatih PORDASI Kota Malang. Foto: Izzuddin

Lebih jauh lagi, pengurus Pengprov PORDASI Jatim tersebut berpesan agar para atlet selain berlatih dengan giat juga diimbangi dengan doa yang kuat.

“Berikan pertunjukan yang terbaik untuk Kota Malang yaitu ikhtiar dan doa yang maksimal, karena kemenangan dan kekalahan itu sudah menjadi takdir Allah Ta’ala,” pungkasnya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *