SIARINDOMEDIA.COM – Ratusan santri yang mewakili pondok pesantren se-Malang Raya belajar Literasi Digital bersama Lembaga Ta’lif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Kota Malang di Gedung Malang Creative Center (MCC), Jumat (28/7/2023).
Agenda kolaborasi antara pengurus LTN NU Kota Malang dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI) tersebut bertajuk Literasi Digital “Solusi Menghadapi Era Society 5.0”.
Selain itu, acara ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Malang, Sutiaji dan CEO Times Indonesia sekaligus Founder AI Times Indonesia, Khoirul Anwar.
Dalam kesempatan ini, Wali Kota Malang menceritakan pengalamannya sata melakukan kunjungan kerja di Cina, bahwa para warga di sana telah memanfaatkan alat digital sudah canggih dan modern. Salah satunya mobil tanpa pengemudi.
“Di Cina itu (alat digitalnya) sudah luar biasa. Saya pakai mobil tanpa supir itu sudah biasa. Dengan kecepatan dipola, jam terbang itu kita tinggal tidur itu sudah bisa,” terang Sutiaji.
“Misalnya, sini Surabaya dibuat 3 jam. Ya akan sampai di sana. Semua terpola. Semua sudah pakai AI. Pakai Artificial Intelligence,” sambungnya.

Sementara itu, CEO Times Indonesia sekaligus Founder AI Times Indonesia, Khoirul Anwar, mengatakan kegiatan pengenalan Literasi Digital, terutama di kalangan para santri, patut diapresiasi.
“Tema yang diangkat teman-teman Malang, juga sangat relevan sekali dengan kondisi saat ini di mana Internet of Things perkembangannya sangat luar biasa. Dan ini sangat terkait dengan bagaimana generasi milenial sangat diharapkan menjadi medium penguatan literasi digital, setidaknya di lingkungannya masing-masing, baik itu di lingkungan pesantren maupun di kampus,” ujarnya.
Dalam kegiatan pengenalan Literasi Digital di kalangan anak muda, khususnya para santri, PB NU menggarap tak kurang dari 400 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.
Malang dipilih karena selain potensi besar untuk penguatan industri ekonomi kreatif, juga karena kota ini memiliki begitu banyak kalangan terdidik dari generasi milenial, termasuk para santrinya.













