SIARINDOMEDIA.COM – Pelatih Mushikawa Kota Malang, Agus Yulianto merasa gembira melihat anak-anak semakin banyak yang berminat untuk olahraga dan bergabung di klub bela diri. Hal tersebut dinilai positif karena anak-anak perlu mengurangi porsi pemakaian gawai di masa sekarang.
“Saya berterima kasih kepada wali murid yang selalu punya dorongan ke anak-anak. Di samping itu (berolahraga) biar anak-anak bisa terbiasa lepas dari gadget,” kata Agus.
Lebih lanjut, para murid yang bergabung di Mushikawa Kota Malang banyak yang berusia masih sangat muda. Namun bagi Agus, usia tidak menghalangi siapa pun yang ingin berkembang dan memelajari seni bela diri Karate-Do di Mushikawa tersebut.
Agus dan beberapa pelatih Mushikawa Kota Malang memaksimalkan potensi yang dimiliki para muridnya untuk hal-hal yang positif.
“Jadi anak-anak berpotensi ini yang semula nakal nanti kita arahkan. Selain itu memotivasi biar mereka mandiri juga,” ucap Agus.
“Bukan setelah latihan di sini terus pingin jadi jagoan, tidak. Jadi benar-benar kita arahkan. Contohnya di sini kan sekarang anak-anak jadi disiplin dan tidak arogan,” imbuhnya.
Agus memaparkan, Mushikawa sudah memasukkan kelas usia dini di beberapa kompetisinya. Meski Mushikawa termasuk aliran bela diri karate dengan full body contact, standar keamana bagi para atlet usia dini sudah terjamin.
“Kalau kompetisi di usia dini kita sudah memakai peralatan lengkap. Mulai head protector, shield gum, Footwear, body protector lengkap,” papar Agus.
“Kebetulan sekarang digalakkan untuk event mulai usia dini, usia 6 sampai 7. Itu ditujukkan untuk mempromosikan bahwa bela diri kita itu tidak semengerikan yang dibayangkan,” pungkas pria yang berdomisili di Bandulan tersebut.













