SIARINDOMEDIA.COM – Seringkali kita mendengarkan keluhan terkait perilaku manusia yang tidak menyenangkan. Banyak manusia sekarang digambarkan berperilaku tidak sebagaimana manusia, sampai disebut liar. Padahal apa saja yg disebut liar selalu menunjukkan sifat buruk. Misalnya anjing liar, kucing liar, babi liar, kuda liar dan bahkan rumput liar saja dilihat tidak ngenakkan mata. Apalagi misalnya, manusia liar.
Manusia disebut liar jika tidak terikat dengan rumah. Makhluk yg disebut terbaik ini memiliki dua jenis rumah, yaitu rumah jasmani dan rumah ruhani.
Rumah jasmani dibuatnya sendiri menyesuaikan dengan adat istiadat, keinginan, dan besarnya biaya yg dimiliki. Sedangkan rumah ruhani tidak perlu membuat, karena sudah disediakan oleh Allah. Rumah ruhani ini (periksa surat Ali Imran ayat 96-97) adalah di bakkah. Disebut makkah, di masjidil Haram, ditandai oleh Nabi Ibrahim dengan bangunan Ka’bah disebut baitullah.
Rumah ruhani ini pada setiap hari, setidaknya 5 kali harus dikunjungi, lewat shalat. Semua orang ketika shalat harus menghadap rumah ruhani ini. Betapa pentingnya rumah ruhani ini bagi manusia, sehingga setiap orang yg mampu harus berziarah ke rumah ini, baik lewat haji atau umrah.

Rumah ruhani ini di akhir zaman sudah tidak dikenali lagi. Jika ada orang shalat menghadap kiblat, hati mereka ke mana-mana. Jika orang berhaji atau umrah, mereka tidak tahu atau tidak kenal bahwa di tempat itu adalah rumah ruhani. Umrah atau haji dirasakan sebagai pesiar atau wisata belaka. Tidak sadar bahwa mereka sedang berziarah ke rumah ruhani, yaitu baitullah.
Jika demikian itu halnya yg terjadi, manusia sekarang sudah berada dan memiliki rumah jasmani, tetapi sebenarnya tidak kenal rumah ruhani. Secara jasmani tidak liar tetapi secara ruhani mereka liar. Akibatnya, perilaku mereka juga menjadi liar.
Sebagai orang liar (liar ruhani) maka sehari-hari perilakunya menipu, bohong, fitnah, adu domba, hasut, iri, dengki, perusak, pendendam, konflik, dan bahkan perang. Manusia yg demikian itu sebenarnya adalah manusia liar. Di apa-apakan saja, tidak mempan, karena secara ruhani, mereka memang liar.













