SIARINDOMEDIA.COM – Komunitas Lingkar Sosial (Linksos) Indonesia kembali menyelenggarakan Jambore Nasional Difabel Pencinta Alam (Difpala) 2023 di Gunung Butak. Di gunung dengan ketinggian 2.686 Mdpl itu, jambore digelar selama dua hari, mulai tanggal 8-9 Juli 2023.
Agenda yang digelar selama satu bulan sekali ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan dan ketangguhan para disabilitas mengenai lingkungan hidup.
“Tujuan dari pendakian gunung ini selain untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan ketangguhan teman-teman disabilitas di lingkungan hidup juga untuk mendiskusikan beberapa hal terkait dengan advokasi kebijakan,” kata Ken Kerta, Pembina Linksos Indonesia.
Dalam agenda tadabbur alam ini, Linksos bekerja sama dengan Komisi Nasional Difabel Republik Indonesia (KND RI).
Selain itu, sebelum melawat ke gunung Butak, para peserta Educamp Difpala 2023 melakukan pelepasan seremonial di Gedung Malang Creative Center (MCC), Sabtu (8/7/2023).
Agenda pelepasan tersebut dihadiri langsung oleh Martina Simanjuntak, Analis Kebijakan Ahli Muda, Deputi Pelayanan Publik, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Kikin Tarigan, Komisioner Bidang Sosialisasi, Edukasi dan Advokasi KND RI, Fatimah Ashri, Komisioner Bidang Pengawasan dan Tindak Lanjut KND RI dan Baihaqi, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar) yang mewakili Pemkot Malang.
Selain itu, agenda di gedung MCC ini juga memutar teaser film ‘Bhandagiri’ yang beberapa aktornya diambil dari anggota komunitas Linksos Indonesia.
Agenda Difpala 2023 ini diikuti oleh beberapa komunitas difabel di berbagai daerah, mulai dari Formasi Disabilitas, Panti Karya Asih (Lawang), Forum Komunitas Pencinta Alam (Forkompala), Kerekatin Kota Malang, Komunitas Tuli Panrita Inklusi Makassar hingga Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDIK) Makassar.
“Artinya ini memang ada beberapa komunitas di level nasional yang ikut bergabung dengan tujuan supaya bisa berdiskusi langsung dengan KND RI,” kata Ken Kerta.
“Harapannya agenda Educamp ini bisa membuahkan rencana tindak lanjut yaitu skema dukungan atau inovasi bersama di tingkat nasional yang mana ini akan mendapatkan dukungan dari pemerintah kota, kabupaten maupun RI. Terimakasih,” pungkasnya.













