REKTOR UNIVERSITAS MA CHUNG GAGAS KAMPUNG BERBAHASA MANDARIN

SIARINDOMEDIA.COM – Rektor Universitas Ma Chung Malang menggagas ide brilian dengan membuat kampung berbahasa Mandarin. Tak hanya sisi edukasi yang bakal digarap, namun kampus ini juga optimis akan mendongkrak ekonomi warga setempat.

Hal diatas disampaikan oleh Rektor Universitas Ma Chung, Prof Dr Murpin Josua Sembiring SE MSi.

Awal mula ide ini saat dia menjadi Rektor di salah satu Perguruan Tinggi di Surabaya. Tiba-tiba dalam benaknya terbersit pikiran untuk membuat kampung Bahasa Mandirin. Dia pun melontarkan gagasan membuat kampung bahasa Mandarin yang terekomendasi.

“Dengan syarat warganya separuh kampung berbahasa Mandarin dalam kesehariannya,” ungkap Prof Murpin, akhir pekan kemarin.

Akhirnya dia bertemu dengan seseorang yang merekomendasikan desa Tumpuk Tulungagung yang sebagian besar warganya pekerja migran dari Taiwan dan Tiongkok.

Mereka tidak mau kembali karena rumah mereka sudah bagus, dan cocok untuk kos-kosan.

Rektor Ma Chung pun kemudian berpikir, jika ada yang minta tolong untuk memperbaiki taraf hidup dengan potensi yang ada. Sebetulnya hal ini tugas akademisi, yang kemudian diistilahkan Sosiopreuner.

“Setelah survei beberapa kali dan layak untuk dikembangkan, maka pihak Pemerintah setempat juga mendukung. Ijin pun keluar,” tuturnya.

Prof Murpin optimis dengan menggarap kampung berbahasa Mandarin, Desa Tumpu akan mendunia. Pasalnya, baik dari petugas imigrasi, prajurit TNI yang bertugas di atase militer RRT, mereka semua pasti membutuhkan kursus Bahasa Mandarin.

Dengan kursus di kampung ini selama enam bulan, Rektor optimis mereka akan lancar berbahasa Mandarin.

Termasuk Guide wisatawan, dan tenaga kerja di hotel yang dapat dipastikan membutuhkan penguasaan Bahasa Mandarin.

“Karena turis yang sebenarnya berduit ini dari Tiongkok, bukan lagi dari Eropa,” tukas Prof Murpin.

Dia optimis, hanya dengan 100 orang yang kursus di kampung Mandarin ini, maka pergerakan ekonomi masyarakat desa ini akan terangkat. Lantaran usaha mulai dari kos-kosan, kuliner, loundry, akan dibutuhkan.

Universitas Ma Chung sendiri yang mengawasi langsung dan mendesain kurikulumnya. Termasuk evaluasi belajar, dan teknologi pembelajarannya, serta target capaiannya.

Instrumen capaian ini yang menjadi kelebihan kursus Bahasa Mandarin di kampung ini, dibanding dengan kursus kelas ruko.

Author

  • Kuli tinta yang gemar rebahan sekaligus doyan makan. Namun terobsesi pengen jadi manusia yang manfaat dunia akherat.

    View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *