MTsN 8 Kediri Terima Mahasiswa Asistensi Mengajar UIN Malang

Kepala MTsN 8 Kediri memberikan sambutan dalam Penyerahan Mahasiswa AM UIN Malang

SIARINDOMEDIA.COM– (Kediri, 14/01) Sebagai salah satu madrasah yang bekerja sama dengan UIN Malang, MTsN 8 Kediri kembali menerima mahasiswa asistensi mengajar (AM) dari UIN Malang. Serah terima yang berlangsung Rabu, 14 Januari 2026 di meeting room.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh kepala madrasah dan jajaran wakilnya, kepala Tata Usaha (TU), guru pamong, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Tahun ini, total ada enam mahasiswa yang diserahkan langsung oleh Bapak Ibrahim Sani Ali Manggala, M. Pd selaku DPL.

Adapun keenam mahasiswa tersebut berasal dari berbagai program studi: tiga mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI), dua Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) , dan 1 Tadris Bahasa Inggris (TBI). Selain prodi yang beragam, mereka juga datang dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Ibu Dra. Siti Umi Hanik, M. Pd. I selaku kepala MTsN 8 Kediri menyampaikan “Ada enam mahasiswa, ada yang dari Bali, Kediri, Ternate, dan Madura,”.

Selanjutnya, acara dibuka oleh MC pada pukul 08.15 WIB dan berjalan semakin khidmat dengan adanya pembacaan tilawah Al-Qur’an oleh Salsabila Irbah Qatrunnada. Untuk menguatkan nasionalisme sekaligus identitas madrasah, seluruh hadirin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Madrasah.

Setelaah itu, DPL dan kepala madrasah memberikan sambutannya. Selepas sambutan, penyerahan secara simbolis ditandai dengan pengalungan lanyard oleh kepala madrasah kepada perwakilan mahasiswa.

Pada kesempatan ini, Bapak Badik Susanto, S. Pd., M.Pd.I., selaku Waka Kurikulum, memperkenalkan enam guru pamong yang akan mendampingi mahasiswa UIN Malang selama pelaksanaan AM. Seusai acara, guru pamong menjelaskan administrasi yang diperlukan ketika mengajar.

Selain pembekalan administrasi, mahasiswa juga diajak untuk mengamati secara langsung kegiatan belajar mengajar di kelas yang diampu oleh guru pamong. Mahasiswa AM menilai langkah awal ini dapat meberikan gambaran awal terkait dengan suasana di kelas.

“Observasi ini sangat membantu karena kita bisa mengetahui kondisi real di kelas” ujar Tsania.

Mahasiswa AM UIN Malang dan DPL bersama jajaran pimpinan MTsN 8 Kediri dan Guru Pamong

Setelah diserahkan ke pihak madrasah, mahasiswa akan menjalani AM selama empat bulan, terhitung mulai pertengahan Januari hingga pertengahan Mei. Selama periode ini, mahasiswa AM akan melewati dua event besar madrasah berupa milad dan Penerimaan Siswa Baru (PSB).

Meskipun tergolong sebagai MTs negeri termuda kedua di Kabupaten Kediri, MTsN 8 Kediri telah memiliki lebih dari seribu siswa serta pengelolaan administrasi yang baik sehingga siap menjadi wadah bagi mahasiswa keguruan untuk mengimplementasikan teori-teori yang telah dipelajari di bangku perkuliahan ke dalam dunia nyata.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *