SIARINDOMEDIA – Suasana Aula Lantai 5 Gedung Ir. Soekarno, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Senin (22/9), berubah menjadi forum intelektual yang sarat wacana spiritual.
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sunan Ampel Malang menggelar Mubahatsah Ilmiah.
Kali ini bertema “Tasawuf sebagai Spirit Perjuangan, Ekspansi Pengetahuan, dan Etika Lingkungan.”
Dua tokoh nasional, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj dan Dr. KH. Marzuqi Mustamar, M.Ag, menjadi pusat perhatian ratusan peserta.
Keduanya mengupas gagasan Ekosufisme – pemahaman yang memadukan kesadaran ketuhanan dengan tanggung jawab ekologis.
Dalam paparan mendalamnya, Prof. Said Aqil menekankan bahwa hakikat tasawuf bukan sekadar kesibukan ibadah sunnah
Melainkan keikhlasan dalam mencari ridha Allah.
Ia menjelaskan bahwa seluruh alam semesta merupakan manifestasi Asmaul Husna.
“Nama Al-Khaliq meniscayakan adanya ciptaan. Mencintai makhluk sama artinya dengan mencintai Allah. Merusak alam sejatinya menolak kehadiran-Nya,” tegasnya.
Sementara itu, Kyai Marzuqi Mustamar mengingatkan tentang bahaya kerusakan bumi akibat ulah manusia.
Mengutip ayat Al-Qur’an pada surat al A’raf ayat 46 “lā tufsidu fil-ardhi ba’da ishlāhiha,” ia menekankan bahwa menjaga lingkungan adalah kewajiban iman.
“Kesehatan jasmani dan rohani manusia sangat bergantung pada keberlanjutan alam. Merusak lingkungan sama dengan menyalahi ajaran agama,” ujarnya.
Ketua PMII Komisariat Sunan Ampel Malang menilai mubahatsah ini sebagai ruang penting untuk mengkontekstualisasikan ajaran tasawuf dalam isu krisis iklim global.
“Ekosufisme adalah jalan spiritual sekaligus etis bagi generasi Muslim untuk meneguhkan iman melalui kepedulian ekologis,” ungkapnya.
Acara yang berlangsung dari pukul 12.00 hingga 15.00 WIB itu tidak hanya mempertemukan pemikiran tasawuf klasik dan modern.
Namun juga menegaskan urgensi etika lingkungan dalam kehidupan keagamaan.
Melalui dialog ini, PMII Sunan Ampel Malang berharap lahir kesadaran kolektif.
Diartikan bahwa menjaga alam adalah bagian integral dari ibadah dan perjalanan spiritual umat Islam.













