MIRIS, SISWA SMP DI BLITAR DIKEROYOK SAAT MPLS

SIARINDOMEDIA – Seorang siswa Sekolah Mengenah Pertama (SMP) di Blitar mengalami perundungan dan mendapatkan kekerasan fisik dari belasan siswa lainnya.

Diketahui korban yang berinisial WV (12), siswa kelas 7 dirundung oleh sekelompok siswa dari kelas 7-9.

Kasus perundungan ini viral di media sosial baik Facebook, Tiktok maupun Instagram. Dari video yang viral di berbagai media sosial, diketahui bahwa aksi perundungan tersebut terjadi pada Jumat (18/7/2025).

Video tersebut menampilkan korban yang dipukuli dan keroyok oleh beberapa siswa lain. Meskipun dalam video menampilkan banyak siswa, namun tidak ada satupun yang melerai dan hanya menyaksikan.

Sontak, video ini memantik kecaman dari warganet. Hal ini dikarenakan aksi perundungan ini terjadi di lingkungan sekolah.

Dikutip dari KOMPAS.com, akibat dari perundungan dan kekerasan itu, WV mendapat luka fisik dan trauma psikis sepulang sekolah.

Kronologi

Berdasarkan keterangan korban, WV, aksi perundungan tersebut bermula saat kegiatan MPLS berlangsung. Kemudian, korban dipanggil oleh kakak kelas dan diajak ke belakang kamar mandi sekolah.

Aksi perundungan tersebut bermula ketika 20 siswa yang telah berkumpul di lokasi melontarkan olok-olok atau perundungan verbal.

“Lalu, seorang siswa dari kelas 8 yang berinisial NTN memulai aksi kekerasan dengan memukul pipi kiri korban dan menendang perutnya,” ujar Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Momon Suwito Pratomo.

Usai pemukulan yang dilakukan NTN, siswa lain pun terpancing dan melakukan pengeroyokan secara bersama-sama. Setelah perundungan tersebut, korban tidak melaporkan kejadian tersebut kepada pihak sekolah.

Korban mendapatkan ancaman oleh pelaku untuk tidak melaporkannya kepada guru maupun orangtuanya. Akan tetapi, korban akhirnya menceritakan semuanya sepulang sekolah.

Momon pun menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah langkah. Seperti, meminta keterangan dua guru sekolah yakni Wasilah Turrohmah yang merupakan guru BK dan Ahmad Safrudin.

Ia juga melakukan olah TKP serta melakukan pemeriksaan medis (VER) terhadap korban. Lalu didapatkan hasil korban mendapat luka di siku kanan, nyeri di kepala belakang dan nyeri di dada.

Momon akan memastikan pihaknya terus memproses hukum terkait aksi perundungan tersebut meskipun korban dan pelaku masih dibawah umur.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *