SIARINDOMEDIA – Para pelajar Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa dengan meraih prestasi gemilang di ajang International Chemistry Olympiad (IChO) ke-57.
Empat siswa terbaik yang dikirim oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) berhasil menyabet dua medali Perak dan dua medali Perunggu dalam kompetisi tersebut.
Medali Perak diperoleh oleh Muhammad Clerisyad Atthahirzi dari SMA Al Wafi IBS Bogor serta Sultan El Shirazy dari SMA Negeri 17 Palembang.
Sementara itu, medali Perunggu diraih oleh Darren Mikael Chauhari dari SMAS 1 Kristen BPK Penabur Jakarta dan Bramantyo Abimanyu dari SMA Labschool Kebayoran Jakarta.
“Delegasi IChO merupakan yang pertama berangkat ke ajang internasional pada tahun ini. Selamat kepada adik-adik atas torehan dua medali Perak dan dua medali Perunggu pada ajang IChO,” ujar Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, dikutip Senin (21/725)
Irene menambahkan bahwa para siswa telah menjalani tiga tahap pembinaan yang diselenggarakan oleh Puspresnas. Hal ini sebagai bagian dari persiapan sebelum mengikuti kompetisi.
“Tentunya para siswa telah menjalani persiapan dengan tiga kali tahapan pembinaan. Mereka melalui proses yang sangat panjang. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada para pembina yang telah membimbing para siswa,” tambah Irene.
Selanjutnya, Abdullah Faiz selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) yang mewakili Kepala Puspresnas. Ia menyampaikan apresiasi yang tinggi atas prestasi para siswa dalam ajang IChO 2025.
Hal ini ia sampaikan saat menyambut kepulangan Tim Indonesia di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Sepanjang pelaksanaan kompetisi, keempat peserta mendapat pendampingan dari Tim Pembina IChO yang berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Diantaranya Deana Wahyuningrum, Fainan Failamani, dan Rindia Maharani Putri.
Deana Wahyuningrum, selaku Koordinator Pembina IChO, menyatakan bahwa persaingan dalam IChO 2025 berlangsung sangat ketat.
“Persaingannya tahun ini memang ketat. Alhamdulillah anak-anak bisa bersaing dengan tim dari seluruh dunia. Saya yakin anak-anak Indonesia kedepannya bisa lebih baik lagi,” ungkap Deana.

Ungkapan para sang juara
Muhammad Clerisyad Atthahirzi, siswa SMA Al Wafi IBS Bogor sekaligus peraih medali Perak IChO, mengungkapkan rasa harunya setelah berhasil meraih medali perak dalam ajang IChO 2025.
“Soal-soalnya penuh dengan tantangan. Senang sekali akhirnya bisa dapat medali Perak. Selain itu, saya sangat bersyukur dapat pengalaman banyak sejak dari pembinaan hingga ke ajang internasional,” ucap Clerisyad.
Sultan El Shirazy, peraih medali Perak lainnya dari SMA Negeri 17 Palembang, menyampaikan rasa syukurnya karena kembali diberi kesempatan untuk membawa nama baik Indonesia di ajang IChO.
Sebelumnya, pada tahun 2024, Sultan juga berhasil meraih medali Perunggu di ajang yang sama.
“Tentunya lega sekali karena tahun ini berharap banget dapat medali yang lebih baik. Meskipun saya mengincar medali emas tetapi alhamdulillah saya dapat medali Perak. Saya sudah berusaha sebaik mungkin dan bahagia bisa mengharumkan nama Indonesia sekali lagi,” pungkas Sultan.
Sebagai tambahan informasi, International Chemistry Olympiad (IChO) adalah ajang kompetisi kimia berskala internasional yang ditujukan bagi siswa sekolah menengah.
Dalam ajang ini, masing-masing negara peserta mengirimkan tim yang terdiri dari empat siswa untuk menguji kemampuan dan pengetahuan mereka di bidang kimia.
Tahun ini, IChO diselenggarakan di Dubai, Uni Emirat Arab, pada 5 hingga 14 Juli 2025, dan diikuti oleh 354 peserta dari 90 negara.













