SIARINDOMEDIA.COM – Delapan peserta tereliminasi dalam babak terbaru Clash of Champion (COC) Season 2. Sementara Shafa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) memimpin klasemen dengan skor sempurna.
Kompetisi akademik nasional yang diinisiasi Ruangguru ini terus menyaring peserta melalui tantangan yang menguji daya ingat, konsentrasi, dan strategi.
Pada babak terbaru bertajuk Shuffle and Recall Reloaded, peserta ditantang menguji kecepatan dan ketepatan daya ingat dalam waktu 60 menit. Mereka diminta menghafal dan mengurutkan kartu sebanyak mungkin tanpa batas jumlah.
Hanya yang mampu mengingat dengan akurat yang berhak melaju ke tahap berikutnya. Berbeda dengan COC Season 1 yang hanya mewajibkan hafalan satu deck, di musim kedua ini tantangannya jauh lebih besar.
Delapan peserta yang tereliminasi antara lain Shawn dari University of British Columbia (UBC), Dimas dan Evan dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Rachel dan Rasya dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Fei-fei dari Universitas Diponegoro (Undip), Roger dari Singapore University of Technology and Design (SUTD), serta Arifin dari Universitas Brawijaya (UB).
Dengan demikian, kini tersisa 52 peserta yang berhasil melaju ke babak selanjutnya.

Capaian Shafa dalam menduduki posisi pertama klasemen
Di leaderboard tantangan Shuffle and Recall Reloaded, Shafa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) tampil gemilang dengan mencatatkan skor sempurna. Ia berhasil menyelesaikan sebanyak 208 kartu dengan urutan yang benar dan akurat.
Jumlah tersebut setara dengan empat deck kartu, yang masing-masing terdiri dari 52 kartu. Keberhasilan ini menjadikannya peserta dengan perolehan tertinggi dan menempati posisi pertama pada klasemen.
Capaian Shafa menjadi sorotan karena ia tidak hanya berhasil mengingat ratusan kartu, tetapi juga mampu menginput seluruh kartu ke dalam sistem dengan tingkat akurasi yang tinggi dalam batas waktu yang ditentukan, yaitu 60 menit. Ketekunan, konsentrasi, serta strategi memorinya menjadi kunci dalam menyelesaikan tantangan berat ini.
COC Season 2 terus menyajikan tantangan yang menguji daya ingat, konsentrasi, serta kemampuan strategi para peserta. Kompetisi ini tak hanya menjadi ajang unjuk prestasi, tetapi juga wadah aktualisasi potensi generasi muda Indonesia dalam bidang akademik dan non-akademik.













