SIARINDOMEDIA — Suasana di arena Puncak Joyo Royal Stable (PJRS), Malang, mendadak tegang saat seorang atlet lomba berkuda equestrian dari kontingen Kabupaten Sidoarjo terjatuh dari kuda saat sedang bertanding. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu siang (02/07), ketika lomba equestrian yang merupakan bagian dari rangkaian Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025 sedang berlangsung.

Insiden Terjadi
Atlet yang diketahui berasal dari Kabupaten Sidoarjo tersebut terjatuh setelah kudanya menolak melompati salah satu rintangan di dalam arena. Menurut pengamatan di lapangan, kuda yang ditunggangi sempat beberapa kali ditarik dan diarahkan oleh sang atlet untuk melompati rintangan. Namun upaya tersebut tidak berhasil, dan pada akhirnya kuda tersebut menghentak tubuhnya dengan keras, menyebabkan sang atlet terpental ke depan dan terguling jatuh ke tanah.
Insiden ini sontak mengundang perhatian para penonton yang berada di sekitar arena. Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) yang bersiaga segera merespons cepat dan menghampiri atlet tersebut. Karena tidak menunjukkan tanda-tanda akan bangkit, atlet itu langsung dibawa keluar arena menggunakan tandu untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai kondisi terakhir atlet tersebut.
Salah satu penonton yang menyaksikan langsung kejadian tersebut mengatakan, “Kelihatannya sakit banget, semoga cederanya nggak parah.” Beberapa penonton lain tampak khawatir namun tetap melanjutkan menonton perlombaan yang berjalan kembali setelah insiden.
Tercatat, insiden terjatuh dari kuda bukan pertama kali terjadi dalam lomba equestrian kali ini. Dalam beberapa sesi pertandingan sebelumnya, beberapa peserta juga sempat kehilangan kendali atas kudanya. Hal ini memperlihatkan bahwa olahraga equestrian bukan hanya soal teknik, tetapi juga tentang membangun koneksi dan kepercayaan antara atlet dan kudanya.
Meskipun menyimpan risiko, olahraga berkuda tetap menjadi cabang bergengsi dalam Porprov. Ratusan penonton tetap memadati PJRS untuk menyaksikan keanggunan dan ketegangan dalam setiap lompatan yang dilakukan peserta. Panitia pun terus mengingatkan pentingnya keselamatan dan kesiapan baik dari sisi atlet maupun hewan tunggangan mereka.













