SIARINDOMEDIA.COM – Dalam upaya meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Arab (maharah kalam) siswa, tim mahasiswa PPG Prajabatan Universitas Negeri Malang mengadakan “Pelatihan Bahasa Arab Interaktif bersama Native Speaker dari Yaman di SMA Islam Malang (SMAI Malang)”
pada Selasa (22/4/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari proyek kepemimpinan mahasiswa sekaligus kontribusi nyata dalam mengatasi tantangan pembelajaran bahasa Arab yang cenderung monoton dan minim praktik berbicara.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dr. Mohammad Ahsanuddin, M.Pd sebagai dosen pembimbing kegiatan proyek kepemimpinan, bersama tiga mahasiswa PPG Prajabatan Bahasa Universitas Negeri Malang – Muhammad Azhari, Mohammad Fajar Fauzi Rahman, dan Muchammad Kholilurrohman – ini diikuti oleh 30 siswa kelas XI peminatan bahasa Arab. Dalam pelatihan yang berlangsung di aula SMA Islam Malang, para siswa diberi kesempatan berinteraksi langsung dengan native speaker melalui sesi percakapan, diskusi dan games edukatif.
“Pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk membangun keberanian siswa berbicara dalam bahasa Arab dengan cara yang menyenangkan dan kontekstual,” ujar Dr. Ahsanuddin. Menurutnya, interaksi langsung dengan penutur asli sangat penting agar siswa mampu memahami pelafalan, intonasi, dan penggunaan kosakata bahasa Arab yang baik.

Sesi pelatihan dimulai dengan sambutan dari Kepala SMAI Malang, dan Dosen pembimbing, dilanjutkan dengan diskusi bertema “Ngobrol Asyik dalam Bahasa Arab: Tips Biar PD Ngomong Arab”, serta praktik percakapan santai bersama native speaker. Kegiatan ini ditutup dengan kuis, games interaktif, dan foto bersama.
Dalam pelatihan yang berlangsung selama empat jam ini, siswa diajak mengikuti berbagai sesi menarik, seperti “Ngobrol Asyik dalam Bahasa Arab”, diskusi motivasi studi lanjut, praktik berbicara langsung, serta kuis dan permainan edukatif. Semua kegiatan dirancang untuk membangkitkan rasa percaya diri siswa dalam berbicara bahasa Arab di luar ruang kelas yang formal serta bagaimana mengetahui pentingnya peran bahasa Arab.
“Kami ingin siswa merasakan bahwa bahasa Arab itu mudah, menyenangkan, dan siapapun bisa untuk berbahasa Arab. Maka gunakanlah kesempatan ini untuk belajar bahasa Arab dari native langsung,” ujar Dr. Ahsanuddin.
Amar Shalaan sebagai native speaker pada sesi motivasi memberikan pesan yang sangat menginspirasi kepada seluruh peserta. Ia menekankan pentingnya mempelajari bahasa Arab, tidak hanya sebagai mata pelajaran, tetapi juga sebagai alat komunikasi global yang memiliki nilai budaya. Amar juga mengajak para siswa untuk tidak takut dalam menggunakan bahasa Arab dalam percakapan sehari-hari, meskipun masih banyak melakukan kesalahan.
Menurutnya, keberanian untuk berbicara adalah langkah awal yang paling penting dalam proses belajar bahasa. Ia menyampaikan bahwa kesalahan adalah bagian alami dari pembelajaran, dan justru dari kesalahan tersebut seseorang dapat berkembang dan menjadi lebih baik. Dengan gaya penyampaian yang santai namun penuh makna, Amar berhasil membangkitkan semangat para peserta untuk terus belajar dan percaya diri menggunakan bahasa Arab.
Kepala SMAI Malang menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini dan menyebut bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat dalam menumbuhkan semangat belajar siswa. Guru bahasa Arab di sekolah juga berharap kegiatan ini bisa menjadi model pengembangan metode belajar yang lebih praktis.
Selain memberikan manfaat langsung kepada siswa, kegiatan ini juga menghasilkan berbagai luaran akademik seperti artikel jurnal, HKI, publikasi media, serta dokumentasi kegiatan sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah tim pelaksana. Proyek ini juga memperkuat kolaborasi antara Universitas Negeri Malang dan SMAI Malang sebagai mitra sekolah PPG.
Dengan keberhasilan pelatihan ini, tim berharap dapat menginspirasi pelaksanaan pelatihan sejenis di sekolah mitra lainnya, sehingga pembelajaran bahasa Arab di Indonesia semakin kontekstual, komunikatif, dan menyenangkan.













