SIARINDOMEDIA.COM – Pembukaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa STAI Ma’had Aly (STAIMA) Al-Hikam Malang di Desa Belung, Kecamatan Poncokusumo, berlangsung khidmat dan penuh semangat, Selasa (10/9/2024).
Acara dimulai dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan Anisah, diikuti dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Yalal Wathon yang semakin membangkitkan semangat nasionalisme di kalangan peserta KKN.
Ketua KKN 2024, Fadhil, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada masyarakat Desa Belung atas sambutan hangat yang diterima para mahasiswa.
“Kami sangat berterima kasih telah menerima kami dengan baik dan penuh kehangatan. Harapan kami, kehadiran kami dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Belung selama 40 hari ke depan,” ujarnya.
[simpleblogcard url=”https://siarindomedia.com/2024/08/10/pelantikan-organisasi-mahasiswa-staima-al-hikam-wujudkan-semangat-bersatu-dan-berprestasi/”]
Sekretaris P3M STAIMA Al-Hikam Malang, Dr. Siti Mutholingah, M.Pd., juga memberikan sambutannya.
Dia berharap, mahasiswa dapat melaksanakan program KKN ini dengan sebaik-baiknya dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Kami mohon bimbingan dan arahan dari pihak desa agar kegiatan KKN dapat berjalan lancar dan bermanfaat,” katanya.
Kepala Desa Belung, Sudarman, turut menyambut kehadiran para mahasiswa.
“Kami ucapkan selamat datang di Desa Belung. Semoga kehadiran 20 mahasiswa STAIMA Al-Hikam Malang dapat bermanfaat bagi masyarakat kami,” ungkapnya.

Sudarman juga berharap agar mahasiswa dapat berkolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah desa dalam menjalankan program kerja yang telah dirancang, sehingga dapat memberikan dampak yang berkesinambungan bagi desa.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan mahasiswa secara simbolis oleh Laily Abida, M.Psi., Psikolog., yang mengalungkan nametag kepada perwakilan mahasiswa, menandakan dimulainya pengabdian mereka di desa tersebut.
Doa penutup yang dipimpin Edy Supono menutup rangkaian acara dengan harapan agar program KKN ini berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Desa Belung.

Mahasiswa akan tinggal dan mengabdi di Desa Belung selama 40 hari ke depan, dengan berbagai program yang telah dirancang untuk mendukung pengembangan masyarakat desa, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi lokal. (*)












