SIARINDOMEDIA.COM – Dalam dunia yang penuh dengan kemewahan, ajaran Buddha menawarkan sebuah panduan berharga untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan melalui kesederhanaan. Prinsip ini, yang mendasari banyak aspek kehidupan Buddhis, mengajarkan pentingnya hidup dengan penuh kesadaran dan menghindari keterikatan pada materi.
Dengan menerapkan ajaran ini, individu dapat menemukan kedamaian batin dan kepuasan yang mendalam, jauh melampaui kesenangan duniawi sementara.
Vihara yang telah berdiri selama 53 tahun, yaitu Padepokan Dhammadipa Arama, yang berlokasi di Jl. Ir. Soekarno No. 311, Mojorejo, Junrejo, Kota Batu, mengajarkan para pengikutnya untuk mengintegrasikan prinsip kesederhanaan ini dalam kehidupan sehari-hari.
Bhikkhu Jayamedho Thera, selaku Ketua Yayasan Dhammadipa Arama, berkesempatan untuk menyampaikan pengetahuan dasar tentang bagaimana menjalani hidup yang sederhana dan tidak serakah. Dalam penjelasannya, Bhikkhu Jayamedho Thera menguraikan berbagai teknik dan latihan untuk mempraktikkan kesederhanaan dalam rutinitas sehari-hari.
Vihara ini memiliki tiga komponen utama yang mendukung penerapan prinsip kesederhanaan: pertama, aspek keagamaan yang melibatkan pendalaman diri saat berdoa; kedua, pendidikan yang mendidik individu tentang prinsip-prinsip hidup sederhana; dan ketiga, tempat meditasi yang menyediakan ruang untuk melatih keterampilan mengelola pikiran dan perasaan.
Bhikkhu Jayamedho Thera menjelaskan bahwa meditasi adalah alat penting dalam membantu individu mengatasi ketidakpuasan dan ketergantungan pada materi.
“Dalam ajaran agama ini pun ada tiga hal yang ditekankan, yang pertama jangan berbuat yang buruk, yang kedua tambahkan kebaikan kebajikan, dan yang terakhir adalah jaga pikiran dan hati,” ungkapnya.
[simpleblogcard url=”https://siarindomedia.com/2024/06/09/dharmasanti-waisak-2024-di-kota-batu-wujud-toleransi-dan-kerukunan-antarumat/#google_vignette”]
Bhikkhu Jayamedho Thera juga menekankan bahwa penerapan prinsip kesederhanaan bukan hanya berdampak pada aspek spiritual, tetapi juga berpengaruh pada kehidupan sosial dan ekonomi. Menurutnya, kesederhanaan lebih dari sekadar mengurangi konsumsi material, ini juga melibatkan pengembangan sikap mental yang penuh rasa syukur dan kepuasan terhadap apa yang dimiliki.
Selain itu, Padepokan Dhammadipa Arama juga menyediakan ruang dan wadah bagi siapa saja yang ingin bermeditasi secara gratis dan berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing.
Bhikkhu Jayamedho Thera menegaskan, “Agama Buddha tidak memaksakan ajarannya, siapa pun yang mau meditasi boleh melakukannya dengan agamanya masing-masing.”
Dengan pendekatan inklusif ini, Padepokan Dhammadipa Arama berharap dapat membantu lebih banyak orang menemukan kedamaian batin dan harmoni, terlepas dari latar belakang agama mereka.














