SIARINDOMEDIA.COM – Nusantara Gilang Gemilang (NGG) Sidoarjo baru-baru ini mendapatkan kunjungan istimewa dari Herman Ali Sadikin, ST, MM Presiden NGG 0.1. Dalam kesempatan tersebut, Herman didampingi sejumlah tokoh penting, termasuk Udin, praktisi Pemasaran Jaringan dari Kota Malang: Coach Eko Sugiono, pakar digital marketing: Abdul Hamid, pendamping UMKM Jawa Timur: serta Coach Rofiq Bahtiar dari Jago Bisnis.
Pertemuan yang berlangsung pada hari Rabu, 21 Agustus 2024, fokus pada pembahasan perkembangan ekonomi kerakyatan di tengah masa transisi pergantian Presiden RI yang dijadwalkan beberapa bulan mendatang. Diskusi ini juga mencakup pemantapan program kerja NGG Sidoarjo untuk tahun 2024, dengan tujuan agar program tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat Sidoarjo.
Bapak Herman Ali Sadikin yang sekarang di daulat menjadi Ketua MPO (Majelis Pertimbangan Organisasi) menyatakan, “NGG Sidoarjo perlu berjalan bersinergi dengan berbagai unsur elemen masyarakat agar dapat mengetahui secara mendalam apa yang menjadi keresahan masyarakat pada saat ini. NGG Sidoarjo perlu mengambil peran memberi solusi pada permasalahan ekonomi kerakyatan.”

Melalui pertemuan ini, Galih Mahendra selaku ketua NGG Sidoarjo berharap dapat mengidentifikasi dan memberikan solusi yang relevan terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat dalam tata kelola usaha dan bisnis mereka. Diharapkan, dengan adanya sinergi dan program yang matang, tidak ada masyarakat Sidoarjo yang bingung dalam mencari solusi untuk mengatasi masalah ekonomi mereka.
NGG Sidoarjo berkomitmen untuk terus berupaya menjadi agen perubahan yang positif dan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi kerakyatan di wilayah Sidoarjo.
[simpleblogcard url=”https://siarindomedia.com/2024/08/22/ojk-canangkan-gerakan-nasional-cerdas-keuangan-gencarkan/”]
Secara spesifik akan merutinkan pertemuan tim inti NGG Sidoarjo untuk saling menguatkan bisnis sembari menggerakkan organisasi dalam melayani pendampingan masyarakat di bidang sosial ekonomi.
Targetnya dalam setahun kedepan mewujudkan omset 100 juta per bulan bagi pelaku UMKM binaan.














