DEMI BERSAING DENGAN MINIMARKET, WARUNG MADURA BERINOVASI TERUS MENERUS

SIARINDOMEDIA.COM – Keberadaan Warung Madura di berbagai penjuru Kota Malang, merupakan sesuatu yang mudah ditemui saat ini. Penyebarannya yang cepat membuat bisnis retail skala kecil yang umumnya dikelola warga Madura, sesuai namanya, ramai jadi perbincangan. Beroperasi 24 jam penuh, Warung Madura menyediakan berbagai macam bahan pokok keluarga dan lainnya.

Dengan keunikannya, Warung Madura yang menyediakan segala macam kebutuhan seperti pulsa, token, bensin eceran, hingga rokok batangan, menjadikannya dikenal luas, termasuk di di Kota Malang.

Dengan ciri khas tidak pernah tutup, kewajiban memajang semua barang merupakan rahasia umum sebagai pelaris dagangan di warung model kelontong ini.

Hal ini dibenarkan Irul, salah seorang pengusaha Warung Madura di Kota Malang.

“Semua barang harus dipajang, biar orang itu mengira kita jualan banyak macam,” ungkapnya.

Jual segala macam kebutuhan
DARI KERUPUK, OBAT PUSING, SAMPAI ROKOK. Meski rata-rata menempati ruangan sempit, pemilik Warung Madura mampu mendisplay seluruh barang dagangannya, sehingga memudahkan pembeli mendapatkan kebutuhannya. Foto: Khairur Roziqin

Namun demikian, kiat sukses Warung Madura di Kota Malang tidak selalu berjalan mulus. Salah satu hambatannya adalah persaingannya dengan minimarket yang ada di sekitarnya.

Karena itu, para pemiliknya seringkali harus banyak menyediakan inovasi untuk pelanggan agar tidak kalah bersaing.

Dari inovasi tersebut, kemudian muncul terobosan baru seperti pembayaran yang sudah mulai pakai E-money.

Royhan, seorang mahasiswa di Kota Malang, mengakui dia lebih suka berbelanja di Warung Madura.

“Enak kalo di Warung Madura, kita tinggal turun dari motor dan bilang mau beli apa, tidak perlu susah susah bayar parkir dan antri,” ucap mahasiswa UIN Malang tersebut.

Di lain sisi, untuk konsep shift atau operasional penjaga, pengusaha Warung Madura mempunyai waktu yang fleksibel. Artinya bisa diatur senyaman mungkin bagi panjaganya itu sendiri.

“Kami kalau jaga toko pasti sama keluarga atau istri. Jadinya kami bisa atur sesuai dengan persetujuan masing masing selama 24,” ujarnya.

“Tapi ada satu sisi juga, saya sebagai suami juga harus mengerti keadaan istri. Kalo capek ya saya suruh tidur dulu biar saya yang jaga,” ungkap Irul pada Siarindo Media.

Penjaga Warung Madura
DIKELOLA KELUARGA. Seorang pemilik Warung Madura menjaga sendiri tempat usahanya. Terkadang dia bergantian dengan istri atau kerabatnya menjaga warung yang buka 24 jam ini. Foto: Khairur Roziqin

Dia juga menambahkan, sistem penjagaan selama 24 jam itu tidak hanya jaga toko saja. Melainkan hal lainnya seperti grosir barang yang mulai habis, hingga grosir bensin literan. (Khairur Roziqin)

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *