SIARINDOMEDIA.COM – Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang kembali melahirkan lulusan yang siap mengabdi untuk bangsa ini. Sebanyak 400 lulusan resmi dikukuhkan dalam prosesi wisuda ke-45 UNITRI, Sabtu (29/6/2024).
Para wisudawan merupakan lulusan Tahun Akademik 2023-2024 dari berbagai fakultas, termasuk Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Kesehatan, dan Fakultas Ilmu Pendidikan.
Rektor UNITRI, Prof. Ir. Eko Handayanto, M.Sc., Ph.D., menyampaikan dengan tambahan 400 wisudawan kali ini, Unitri telah meluluskan total 16.325 Sarjana dan Magister yang kompeten dan siap berkontribusi bagi bangsa.
“Dalam wisuda ke-45 ini, saya atas nama civitas akademika UNITRI mengucapkan selamat kepada para wisudawan atas keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan di UNITRI,” ucap Prof. Eko.
Prof. Eko menekankan wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan panjang dalam mengaplikasikan ilmu untuk membantu menyelesaikan permasalahan masyarakat yang semakin kompleks.
“Menjadi sarjana adalah awal perjuangan saudara untuk menatap masa depan yang berguna bagi masyarakat,” tegasnya.

Pada momen sakral tersebut para lulusan merasa bangga telah menjadi bagian dari kampus ungu. Salah satunya Margaretha Delvinta Amalia, S.Ak., Lulusan Terbaik UNITRI periode ke-45 dari Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi.
Margaretha, yang berasal dari Kota Maumere, Pulau Flores, NTT, menyelesaikan studi dalam waktu 3,6 tahun dengan IPK 3,87. Skripsinya berjudul ‘Pengaruh Kepercayaan, Kemudahan, Keamanan Bertransaksi, dan Literasi Keuangan terhadap Keputusan Penggunaan QRIS sebagai Alat Pembayaran Nontunai’.
Dalam penelitiannya, Margaretha menyoroti rendahnya literasi keuangan di kalangan mahasiswa dan mengusulkan agar mata kuliah Literasi Keuangan Pribadi dimasukkan dalam kurikulum akademik.
Margaretha dalam kesempatannya juga berbagi pesan kepada teman-teman dan kakak tingkat yang belum lulus untuk segera menyelesaikan kuliah mereka.
“Saya dapat berdiri disini menjadi lulusan terbaik adalah berkat orang tua. Saya berasal dari keluarga petani jadi saya tau beratnya petani seperti apa. Itulah yang menjadi dasar saya supaya dapat terus berkembang dan ingin merubah kehidupan saya dan keluarga, ” tegasnya.

“Jangan berjalan bersama, berjalanlah sendiri. Jika berjalan bersama, pastikan teman saling mendukung untuk cepat selesai. Jangan sampai orang tua di rumah terus bekerja keras untuk biaya kuliah,” imbuhnya dengan nada bercanda.













