SIARINDOMEDIA.COM – Sempat mendapat beragam kritikan di awal pendiriannya, kehadiran gedung Malang Creative Center (MCC) akhirnya mendapat respons positif dari warga. Ini karena, gedung berlantai delapan di Jalan Ahmad Yani Kota Malang ini telah memberi banyak manfaat kepada masyarakat pengguna.
Mereka menilai, MCC telah berhasil secara perlahan mendongkrak ekonomi para pelaku kreatif. Terbukti sejauh ini sudah lebih dari 6 ribu event digelar di gedung MCC.
Manager Bisnis Arema FC Munif Bagaskara Wakid menyatakan, MCC sangat dibutuhkan masyarakat Kota Malang. Di sana, berbagai event bisa digelar dan dinikmati masyarakat luas. Apalagi fasilitasnya sangat lengkap.
”Gratis pula,” ungkap Munif.

Yang membuat Munif bangga, tidak semua kota memiliki gedung semegah MCC. Apalagi gedung ini memang tidak untuk komersil. Gedung dibangun Pemkot Malang yang didedikasikan untuk warga Kota Malang yang kreatif. D
an bagusnya, meski tidak seratus persen komersial, fasilitas yang ada terbilang maksimal. Mulai dari ruangan, audio, dan fasilitas lain begitu bagus.
”Akses sangat mudah dan parkir juga luas,” ungkap dia.
Manajemen Arema FC sendiri pernah memanfaatkan gedung MCC di lantai V untuk gelaran nonton bareng (nobar) tim Arema FC saat melawan Persebaya. Event nobar tersebut berjalan sangat lancar. Penonton antusias dan berjalan tertib.
“Pelayanan dan flexibilitas management MCC responsif dan kooperatif,” aku Munif bangga.

Hal senada diungkap Dwi Hari Cahyono, anggota DPRD Jatim. Pria yang akrab dengan sapaan Mas Dwi ini menekankan pentingnya mempertahankan Malang Creative Center (MCC) sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Malang.
Menurutnya, MCC harus didukung penuh oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) agar dapat menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran, terutama di kalangan generasi Z (Gen-Z).
“Sejak awal berdirinya, MCC memang tidak berorientasi pada profit, namun sebesar-besarnya digunakan untuk optimalisasi terutama pada ekonomi kreatif. Pemkot Malang harus hadir untuk menjawab problem masyarakat. Siapa yang mengelola, dinas apa yang mengelola, itu yang kita awasi,” ujarnya, Sabtu (15/6/2024).

Lebih lanjut, pria yang juga merupakan mantan Direktur BUMD Jasa Yasa Kabupaten Malang dan anggota DPRD Jawa Timur periode 2019-2024, menekankan pentingnya mengawasi output dari anggaran yang dialokasikan untuk MCC, termasuk pertumbuhan wirausaha dan kenaikan kelas pelaku UMKM Kota Malang di setiap tahunnya. (ABM)













