SYAMSUL ARIFIN: PRESIDIUM AREMANIA SATU TAK BOLEH DICAMPURI KEPENTINGAN PRIBADI

SUMBER DANA AREMANIA SATU AKAN DIKELOLA TRANSPARAN

SIARINDOMEDIA.COM – Panitia Musyawarah Nasional (Munas) Aremania menggelar konferensi pers untuk membahas persiapan Munas Arema yang akan diselenggarakan pada tanggal 1-2 Juni 2024 di Dome UMM. Konferensi pers ini dilangsungkan di Lounge Anang Karaoke, Sabtu, (25/5/2024).

Konferensi pers dihadiri Sam Dian Konclok sebagai ketua panitia Munas, Syamsul Arifin sebagai ketua Fit & Proper Tes Bacalon Presidium Aremania Satu, serta Syahrul Sajidin, seorang akademisi hukum dari Universitas Brawijaya,

Diskusi hangat mengenai masa depan para supporter Arema menjadi sorotan utama. Dalam konteks ini, mereka menekankan pentingnya menyatukan status dan legalitas para supporter Arema, baik dari Arema FC maupun Arema Indonesia, menjadi satu entitas yang sah.

“Kita akan menggabungkan komunitas Aremania dari seluruh penjuru, baik di dalam maupun di luar negeri. Seperti yang kita ketahui, jumlah pendukung Arema sangat besar. Hingga saat ini, data koordinator wilayah (Korwil) yang tercatat sudah mencapai 177 wilayah, dan itu belum termasuk yang berada di luar negeri,” ujar Syamsul Arifin.

Di sisi lain, konferensi pers juga membahas tentang pemilihan presidium di mana tidak akan ada pemimpin pusat karena terjadi pergeseran generasi.

Dalam harapannya, Syamsul Arifin menyatakan segala hal yang menyangkut kepentingan umum serta keinginan Aremania dapat terselesaikan dengan baik oleh organisasi.

Dia juga menjelaskan latar belakang diadakannya Munas diawali dengan perjalanan waktu yang panjang, di mana terdapat berbagai peristiwa yang membuat para panitia Munas merasa terjebak dalam situasi yang sulit.

“Ini bukanlah organisasi, sehingga kita sering menyebutnya oknum-oknum. Sampai kapan kita harus terus menyebut oknum- oknum tersebut bergentayangan,” tambahnya.

Panitia Munas
PANITIA MUNAS. Ki-ka: Ferry, Sam Dian Konclok, Syamsul Arifin, Syahrul Sajidi dalam Press Conference. Foto: Muhamad Rizqi

Syamsul juga menjelaskan sumber dana untuk membentuk Aremania Satu dikelola oleh seksi pendanaan,. Sumber dana tersebut bisa berasal dari berbagai sumber, asalkan tidak mengikat organisasi.

Jika terjadi penyimpangan dana dari tujuan awal pembentukan Aremania Satu, hal itu akan terbuka karena sudah terikat dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Dengan demikian, jika ada anggaran yang cenderung mengarah ke kepentingan pribadi, hal tersebut akan ditinjau oleh Mahkamah Konstitusi yang berada di Aremania Satu.

“Oleh karena itu, kita benar-benar memilih calon presidium Arema dengan sangat hati-hati karena ini melibatkan kepentingan Aremania itu sendiri. Kami sebagai generasi tua hanya bisa memantau dan memberikan arahan kepada generasi yang akan datang,” tegasnya.

Dalam obrolan singkat, Syamsul Arifin dan Sam Dian Konclok menyatakan bahwa mereka tidak memiliki calon presidium favorit karena ke-9 calon tersebut memiliki kemampuan yang sangat layak. Mereka mengatakan masa jabatan presidium hanya 2 tahun karena dinilai sebagai waktu yang pas, tidak terlalu lama maupun terlalu cepat.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *