UIN MALIKI MALANG KEMBANGKAN INTELEKTUALISME TENTANG HAK POLITIK DALAM PEMILU

SIARINDOMEDIA.COMKuliah tamu membahas hal politik dalam pemilu yang diadakan Prodi Hukum Tata Negara UIN Malang, Rabu (22/5/2024), menjadi forum penting bagi para akademisi dan mahasiswa. Hal ini terutama untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam mengenai isu-isu hukum yang relevan dalam konteks politik dan pemilihan umum.

Kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan para mahasiswa dari Program Studi Hukum Tata Negara dan staf pengajar, tetapi juga melibatkan anggota dewan, organisasi kemasyarakatan, serta perwakilan lintas agama.

Dengan melibatkan berbagai pihak, acara ini menjadi lebih beragam dan merangkul perspektif yang beragam pula, menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan dinamis.

Dalam wawancara dengan Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Sudirman Hasan, M.A., CAHRM, diungkapkan bahwa kegiatan kuliah tamu merupakan sebuah tradisi di UIN Malang. Setiap kesempatan, universitas ini mengundang narasumber dari dalam negeri maupun internasional untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan mahasiswa dan staf pengajar.

Sudirman Hasan juga menyatakan mahasiswa perlu memahami tidak hanya politik praktis, tetapi juga pembelajaran tentang pendidikan politik.

Dia berharap bahwa melalui kuliah tamu ini, topik seputar putusan MK tentang politik warga dapat dijadikan bahan penelitian oleh mahasiswa.

“Dengan bimbingan para pakar hukum, diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang isu-isu tersebut.” ujarnya.

Tradisi intelektualisme di UIN Malang memastikan mahasiswa tidak hanya menjadi “mahasiswa Menara Gading”, tetapi juga menjadi individu yang kritis dan mampu menyuarakan aspirasi mereka dengan cara yang tepat.

Mereka diajak untuk tidak hanya menerima informasi begitu saja, tetapi juga untuk menganalisisnya secara kritis. Ini dilakukan dengan cara yang santun dan beradab, tanpa memperkaya atmosfir dengan perilaku anarkis atau menyebarkan berita palsu (fake news), tetapi dengan pendekatan yang lembut dan bijaksana.

“Harapan dari tradisi intelektualisme ini adalah agar media memberikan ruang dan perhatian yang cukup kepada dosen dan mahasiswa untuk menyuarakan ide-ide mereka ke ranah opini publik. Ini penting karena ide-ide yang disampaikan oleh para akademisi dan mahasiswa dapat memberikan kontribusi yang berharga dalam berbagai isu yang relevan dalam masyarakat,” tambahnya.

Dengan memberikan ruang yang cukup bagi mereka, media dapat menjadi sarana untuk memperluas wawasan dan memperkaya diskusi publik dengan beragam sudut pandang dan ide-ide yang inovatif.

Memang, penting bagi mahasiswa untuk memperhatikan isu-isu terkini yang berkembang di Indonesia dan di dunia. Sebagai agen kontrol sosial dan perubahan, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk terlibat dalam memahami dan membahas berbagai isu yang memengaruhi masyarakat.

Dengan mengetahui dan memahami isu-isu tersebut, mahasiswa dapat memainkan peran aktif dalam mengkritisi, mengusulkan solusi, dan membangun kesadaran masyarakat terhadap masalah-masalah penting.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *