KISAH INSPIRATIF AMELIA, MAHASISWA PSIKOLOGI UMM YANG TEKUNI BISNIS FASHION DESIGNER

SIARINDOMEDIA.COM – Kesuksesan tidak mengenal usia. Banyak generasi muda yang memasuki dunia wirausaha saat mereka berstatus pelajar maupun mahasiswa. Tentu saja, setiap pencapaian sukses tak terlepas dari dedikasi dan semangat yang tak kenal lelah.

Amelia salah satunya. Perempuan berusia 26 tahun yang sedang menempuh Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang Program Studi (Prodi) Psikologi itu memutuskan terjun ke dunia bisnis Fashion Designer saat dirinya masih berada di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), tepatnya di tahun 2016 lalu.

Dimulai dari minatnya dalam dunia fashion, gagasan bisnis itu muncul saat dia ingin menambah penghasilan tambahan saat masih bersekolah di SMK.

KOLEKSI: Juara 1 Luminoora Present dalam lomba Glamour Fashion Show di Mall Dinoyo City. Foto: Ist/Dok Pri

Dengan semangat dan keberanian untuk menghadapi tantangan, dia akhirnya mendirikan bisnis fashion yang dinamainya ‘Luminoora Present’. Bisnisnya berlokasi di Malang, Jawa Timur.

“Nama ini diambil dari Bahasa Yunani, ‘Luminous’ yang berarti bersinar, dan Bahasa Arab, ‘Noor’ yang berarti bercahaya, harapannya bisnisku ini akan menjadi terang benderang dan dikenal mata banyak orang,” jelasnya.

Dalam perjalanan merintis usahanya, Amel menghadapi berbagai rintangan, mulai dari sepi pelanggan, dampak pandemi Covid-19, kenaikan harga bahan baku, dan masih banyak lagi.

Pada awalnya, Amel hanya menerima pesanan dari tetangganya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp dan Instagram untuk memperluas jangkauan promosinya.

ANGGUN: Rancangan Kebaya dalam resepsi Wisuda UMM. Foto: Ist/Dok Pri

Promosi juga dilakukan secara lisan, melalui mulut ke mulut, kepada teman-teman Amel, yang akhirnya tersebar ke seluruh lingkungan kampusnya.

“Untuk menghadapi rintangan itu sebenernya lebih ke bagaimana cara kita muter otak buat promosi. Yang nggak monoton tapi yang bisa bikin customer baru itu tertarik sama jasa atau usaha kita atau bisa juga kita post ulang hasil karya kita atau testimoni dari customer sebelumnya,” ucapnya.

Dalam pembuatan desain kustom, waktu yang dibutuhkan bervariasi tergantung pada tingkat kerumitan. Jika desain melibatkan banyak hiasan seperti payet, bordir, atau sulaman, mungkin dibutuhkan waktu sekitar 2 minggu untuk membuat satu gaun. Namun, jika desainnya lebih sederhana, mungkin hanya butuh waktu 1 minggu untuk membuat 7 gaun.

Hingga sekarang bisnis yang dirintis Amel terus berkembang. Sebagai seorang mahasiswa, setidaknya dia mampu menambah uang saku Rp500.000–Rp2.500.000 per bulannya. Saat menjalankan bisnisnya, dia kerap merasakan kendala karena harus menyesuaikan waktu dengan pendidikannya.

PESANAN DARI BERBAGAI DAERAH. Photoshoot Dress Pesta Pernikahan salah satu koleksi Luminoora Present. Foto: Ist/Dok Pri

Luminoora Present telah menerima pesanan dari berbagai daerah, tidak hanya di Jawa Timur, tetapi juga di Jawa Barat, Jawa Tengah, bahkan sampai ke luar pulau seperti Sumatera, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur.

“Seorang wirausaha muda di era saat ini harus memiliki keberanian untuk mengambil risiko, semangat yang tak kenal lelah, kecerdasan dalam melihat peluang, dan kemampuan untuk mengkreasikan bisnis agar tetap segar dan tidak monoton,” tutupnya.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *