SITUS BERSEJARAH DI SELURUH DUNIA TERANCAM RUSAK AKIBAT PERUBAHAN IKLIM

SIARINDOMEDIA.COM – Perubahan iklim telah menjadi ancaman nyata bagi banyak situs bersejarah di seluruh dunia. Dari Venesia yang dikenal sebagai Kota Apung di Italia, hingga terumbu karang Great Barrier Reef di Australia, dampak perubahan iklim telah menyebabkan kerusakan yang signifikan dan mengancam keberlangsungan situs-situs warisan dunia ini.

1. Banjir Semakin Sering Terjadi di Situs Warisan Dunia, Venesia

Venesia kota indah yang terkenal dengan ratusan kanal berlikunya, telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Namun, Situs Warisan Dunia ini menghadapi ancaman serius akibat banjir yang semakin sering terjadi. Menurut Laporan Panel PBB tentang Perubahan Iklim, mereka memprediksi bahwa akan terjadi banjir besar setiap lima bulan pada 2100 di Venesia.

Venesia
BAKAL TENGGELAM. Akibat terus naiknya permukaan air laut, kota tua Venesia di Italia adalah salah satu situs budaya paling terancam di Eropa menurut UNESCO. Foto Getty Images

2. Penurunan Populasi Karang Great Barrier Reef yang Dilindungi UNESCO

Terumbu Karang yang Terancam Great Barrier Reef, terumbu karang terbesar di dunia yang dilindungi UNESCO, juga menghadapi ancaman yang sangat tinggi.

Pemanasan laut, pengasaman, dan cuaca ekstrem telah menyebabkan penurunan populasi karang dan spesies laut.

Karang Great Barrier Reef memutih
TERANCAM PUNAH. Pemanasan air laut menyebabkan memutihnya karang laut di Great Barrier Reef, Australia. Foto: Getty Images

3. Relokasi Cape Hatteras Lighthouse

Pada tahun 1999, National Park Service di Carolina Utara harus memindahkan situs bersejarah Cape Hatteras Lighthouse dan Keeper’s Quarters sekitar setengah mil jauhnya dari tempat aslinya karena erosi pantai yang terus-menerus.

Relokasi bangunan bersejarah ini menelan biaya 11,8 juta dolar AS atau sekitar 191 miliar rupiah.

Pemindahan Cape Hatteras Lighthouse
PROYEK RAKSASA. Cape Hatteras Lighthouse (mercusuar) yang sangat bersejarah sampai-sampai harus dipindahkan karena erosi air laut terus menerus. Foto: Weather Underground

Para ahli pelestarian budaya di seluruh dunia mengakui bahwa tidak mungkin melindungi semua situs warisan dunia selamanya.

Banyak situs membutuhkan pemeliharan terus-menerus, dan beberapa di antaranya memerlukan pertahanan seperti tembok laut yang mahal untuk menjaga bangunan aslinya.

Perubahan iklim telah menimbulkan tantangan baru dalam pelestarian situs bersejarah. Diperlukan tindakan cepat untuk menyelamatkan situs budaya dan bersejarah dari dampak perubahan iklim untuk memastikan bahwa warisan dunia dapat bertahan untuk generasi mendatang.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *