SIARINDOMEDIA.COM – Ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti tahap tes penjaringan calon santri Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Maghfiroh angkatan 2024/2025 di aula pondok dan gedung SMP Bahrul Maghfiroh, Minggu, (28/1/2024).

Ketua pelaksana penerimaan santri baru (PSB), Risman Heli, M.Si. menuturkan bahwa tes ini merupakan tes pertama untuk para calon santri yang telah mendaftar pada gelombang pertama yang dibuka sejak 1 November 2023 – 26 Januari 2024.
“Kalau yang gelombang satu ini kan terakhir (pendaftaran) kemarin tanggal 26 Januari kemudian tesnya hari Minggu ini,” terang Risman pada Siarindo Media saat dijumpai di kantor SMP Bahrul Maghfiroh.
Selain itu, tes calon santri ini melibatkan beberapa tahap, dimulai dari tes baca Al-Qur’an, ujian tulis yang mencakup mata pelajaran keagamaan, pengetahuan umum, dan keterampilan bahasa Arab hingga psikotes.

Tidak cukup di situ, dalam kesempatan ini, para calon wali santri juga dilibatkan untuk tahap wawancara terkait aspek kesehatan calon santri itu sendiri.
“Kalau di sini tadi tesnya tes akademik dulu dilakukan secara online, jadi serentak seperti itu dengan media HP,” urai Risman.
“Kemudian orang tuanya menunggu sambil melakukan tes kesehatan dan kita beri angket kesehatan dari Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia (BMCI) setelah itu orang tua langsung tes wawancara,” sambungnya.
Tes tahap pertama ini mencakup satuan pendidikan mulai jenjang TK, SD, SMP, MTS, SMA, hingga MA.
Untuk peserta tes yang berhasil dihimpun pada gelombang pertama ini adalah 20 peserta dari TK, 38 dari SD, 41 dari SMP, 47 dari MTs, 36 dari SMA dan peserta MA berjumlah 29.

Sementara untuk kuota santri mukim di masing-masing satuan lembaga SMP-SMA dan MTs-MA sebanyak 50 santri. Total ada 200 santri.
“Untuk kuota (santri) yang mukim perlembaga SMP-SMA dan MTs-MA itu kami batasi hanya 50. Jadi hanya 200 (santri) yang tempat tinggal di sini (pondok),” terang kepala sekolah SMP Bahrul Maghfiroh tersebut.
“Tapi untuk (kuota) yang non mukim itu kami buka sebanyak-banyaknya,” tambahnya.
Selain itu, Risman menegaskan, bahwa tahun ini fokus penjaringan juga diarahkan pada calon santriwati jenjang SMP.
“Santri putri juga kami mengambil 50 yang mukim. Kita fokus ke (santri) mukim juga nanti,” ucap Risman.













