SIARINDOMEDIA.COM – TK Santi Witya Serong School yang berada di wilayah Pattani Thailand menanamkan pendidikan karakter siswa TK sejak kecil. Kebiasaan yang dilakukan yaitu menumbuhkan sikap mandiri kepada siswanya agar bisa menumbuhkan rasa tanngung jawab, percaya diri, memiliki inisiatif dalam melakukan pekerjaan.
“Kadang mereka memakai celana terbalik, kita berikan contoh memakai yang benar kemudian mereka memakai sendiri.” ujar Khru Hasmoh, guru Santi Witya.

Siswa disini diajarkan untuk membuang sampah sendiri ketika mereka selesai makan makanan ringan. Kemudian diajari juga untuk melatih kepekaan terhadap lingkungan ketika melihat sampah yang tergeletak agar dibuang ke tempat sampah.
Di Thailand sendiri ada jam tidur siang untuk siswa TK, jadi untuk mempersiapkan alasnya mereka menata sendiri. Hanya saja, guru membantu untuk mengambilkan alas, bantal, dan gulingnya jika ada. Kemandirian ini terus dilatih meskipun terkadang ada dimana mereka merasa malas dan tidak mau.

Selanjutnya ketika makan siang, guru membantu mengambilkan makanan dari dapur hingga depan kelas, selanjutya anak-anak akan mengantri dan diambilkan makannya sesuai urutan untuk melatih kesabaran dan ketertiban. Mereka juga makan sendiri ketika sudah mendapat jatah makanan.
Begitu juga ketika mereka merasa haus, sudah disediakan wadah minuman dan galon minuman di sudut ruang kelas. Sehingga ketika merasa haus siswa hanya perlu izin kepada gurunya dan mengambil minum sendiri dengan gelas yang sudah dicantolkan di atas gallon.
Begitupun ketika masuk kamar mandi mereka hanya izin kepada guru dan tanpa diantar mereka menuju kamar mandi, Baru ketika merasa kesulitan mereka akan meminta bantuan kepada guru. Guru TK Santi Witya tidak membantu terlebih dahulu, tapi melihat dan menunggu hingga siswanya bisa. Namun, jika memang dirasa ada kesulitan baru akan turun tangan membantu.

Sebagai informasi, artikel ini berdasarkan pengalaman penulis selama mengikuti Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, beberapa waktu lalu. Penulis mengikuti program tersebut selama 1 bulan.













