SIARINDOMEDIA.COMĀ – Salah satu pegiat industri olahraga Malang, Wahyu Eko Setiawan (Wes) menyebut bahwa Barcelona menjadi kiblat klub yang menggunakan sistem klub berbasis koperasi.
Hal tersebut disampaikan dalam bincang santai pasca pertemuan terbatas di Magna Cafe, Selasa (16/1/2024).
“Barcelona itu salah satu klub di dunia yang tidak bisa dijual. Karena siapa pemiliknya Barcelona?,” kata Sam Wes pada Direktur Siarindo Media, Abdul Muntholib.
“Barcelona bukan pemilik pemegang saham dalam artian seperti CV atau PT. Juga bukan milik pembina seperti dewan yayasan tetapi miliknya Sosieta,” tambahnya.
Sosieta atau sistem kepemilikan socio merupakan sistem di mana para penggemar klub yang menjadi mitra dalam membesarkan klub. Mereka adalah deretan pemilik klub dari kalangan penggemarnya sendiri.
Socios merupakan para anggota resmi klub. Menjadi socios, berarti fans menjadi bagian dari kelompok besar yang memiliki dan punya akses dalam menentukan hidup matinya klub.
Sistem tersebut, menurut Sam Wes, adalah sistem yang dijadikan rujukan oleh penggagas ide sistem klub berbasis koperasi ini.
“Jadi Barcelona itu miliknya fans Barcelona seluruh dunia,” ungkap pria yang lahir di Mojokerto tersebut.
Lebih lanjut, Sam Wes mengurai, bahwa ada regulasi ambang batas setiap orang yang ingin berinvestasi dalam klub tersebut agar mayoritas saham tidak didominasi oleh salah satu orang.
“Ada (regulasi batas investasi). Jadi satu IP satu ID. Tidak boleh ada orang yang dominan,” kata Sam Wes.
“Jadi benar-benar ada stratanya yang mana itu mengatur batasan kepemilikan,” imbuhnya.
Lantas bagaimana sistem pertanggung jawaban, pembinaan dan prestasi klub itu sendiri? Simak selengkapnya di channel YouTube ABM Inside.













