FESTIVAL ILMIAH SANTRI, TUGAS DAKWAH TIDAK HANYA DI PANGGUNG

SIARINDOMEDIA.COM – Dalam Festival Ilmiah Santri bidang agama, sosial, dan budaya, Dr. KH Halimy Zuhdy, M.A yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Darun Nun Malang membawakan isu-isu terbaru mengenai akhlak. Sesi penyampaian berlangsung selama delapan menit dan akan di rangkum oleh notulen yang hasilnya diberikan kepada pihak terkait untuk menemukan solusi.

“Fakta yang pertama yang saya sampaikan adalah terkait akhlak. Mungkin tidak ada perubahan mengenai moral, etika, akhlak. Di Indonesia termasuk nomor empat pengguna interner terbesar di dunia,” kata Halimy Zuhdy di STAIMA Al-Hikam Malang, Sabtu (6/1/2024).

“Ini hal yang luar biasa, yang banyak diakses adalah instagram, whatsapp, facebook. Dan yang paling banyak ditonton adalah film. Mirisnya, film porno menjadi film yang paling banyak ditonton. Indonesia menjadi nomor 2 setelah Turki dengan tontonan terbanyak,” imbuhnya.

Tanpa disadari, ini merupakan penjajahan moral bagi kaum muda, dilihat dari data tahun 2000an, 95% mahasiswi Yogyakarta sudah tidak perawan. Dengan tingginya presentase tersebut, tidak bisa dianggap sepele. Ditambah lagi dengan banyaknya orang yang setiap malam melakukan hubungan intim padahal bukan suami istri.

Tugas dakwah tidak cukup hanya di panggung, namun perlu turun ke bawah untuk melihat kondisi-kondisi yang sebenarnya terjadi. Tugas saat ini bukan hanya memperdalam agama namun juga harus bisa mempraktikkannya. Ini fenomena yang bisa diskusikan lebih lanjut.

Mahasiswa peserta Festival Ilmiah Santri
DAKWAH BISA DI MANA SAJA. Peserta kelas agama, sosial, dan budaya di Coaching Expert Class Festival Ilmiah Santri di STAIMA Al-Hikam Malang, Sabtu (6/1/2024). Foto: Ayu Setia Ningsih

Mahasiswa atau santri Al-Hikam minimal harus punya media sosial. Entah di instagram, tik tok, facebook, youtube dengan isi melawan media sosial yang isinya kurang pantas.

“Setiap hari 24 jam kita memperhatikan media sosial. Misalnya jika santri 20 orang bisa melawan dengan berkelanjutan itu sudah lumayan,” tutur Halimy Zuhdy.

Pengaruh media sosial juga besar, hal ini akan berdampak pada kehidupan nyata bahkan bisa jadi di lingkungan sekitar. Hal ini dianggap biasa namun dampaknya luar biasa, ini juga terkait pendidikan keislaman.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *