PONPES BAHRUL MAGHFIROH SIAP WAKILI KOTA MALANG DALAM AJANG ECO PESANTREN TINGKAT PROVINSI

SIARINDOMEDIA.COM – Setelah berhasil meraih penghargaan Eco Pesantren 2023 dari Pemkot Malang, Pondok pesantren (Ponpes) Bahrul Maghfiroh siap mewakili Kota Malang untuk mengikuti program Eco Pesantren di level provinsi.

“Untuk tahun ini, partner dari UB juga membina sekolah-sekolah di sini untuk menjadi sekolah Adiwiyata,” ungkap Ibnu Taufiq, M.Pd., Sekretaris Yayasan Bahrul Maghfiroh, kepada reporter Siarindo Media usai mendapat penghargaan Eco Pesantren dari Pemkot Malang.

“DLH dengan tim swasta bertekad untuk menjadikan Bahrul Maghfiroh ini tahun 2024 masuk di tingkatan provinsi mewakili Kota Malang untuk Eco Pesantren,” sambungnya.

Lebih lanjut, Taufik memaparkan, bahwa semua pihak Bahrul Maghfiroh saling mendukung dan berbenah untuk mewujudkan rencana besar tersebut.

“Untuk tahun ini kita semuanya berbenah. Alhamdulillah dukungan dari Prof Bisri itu juga sangat luar biasa,” ungkap Taufiq.

Bahrul Maghfiroh sendiri, imbuh Taufiq, beberapa bulan terakhir sudah meremajakan bangunan fisik dan lingkungan yang ada di dalam pondok pimpinan Prof. Dr. Ir. Muhammad Bisri, M.S tersebut.

Mulai dari peremajaan pohon, akses jalan hingga beberapa bangunan pondok. Taufiq menilai fokus ke depan adalah lebih menitikberatkan di aspek pengelolaan sampah.

“Eco Pesantren itu tentang masalah kebersihan dan sejenisnya itu dimasukkan dalam kurikulum. Baik kurikulum pondok pesantren maupun kurikulum sekolah,” terang Taufiq.

Dalam tahap tindak lanjut implementasi kurikulum atau visi tersebut, Taufiq mengatakan bahwa Bahrul Maghfiroh telah membentuk tim khusus Satgas Merawat Bumi.

Tim tersebut nantinya bertugas untuk membuat program dan mengevaluasi kelemahan-kelemahan yang mana akan menjadi fokus dari cita-cita besar Ponpes darul Maghfiroh itu sendiri.

“Yang paling penting tugas tim satgas ini adalah merubah pola atau perilaku santri atau siapapun yang berada di sini (Bahrul Maghfiroh) untuk bisa hidup bersih,” kata anggota Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kemendikbud RI tersebut.

“Baik itu perilaku di dalam kamar, di lingkungan pondok pesantren, di sekolah dan ketika ngaji. Nah, ini yang agak susah dan perlu waktu,” sambungnya.

Tim Satgas Merawat Bumi tersebut terdiri dari asatidz dan para guru di semua satuan pendidikan di bawah naungan Yayasan Bahrul Maghfiroh.

Di isi Bahrul Maghfiroh sendiri telah memiliki 4 jenis unit usaha. Misalnya, budidaya kambing, budidaya anggrek dan budaya jamur masuk di kategori unit usaha Agrofarm.

Sementara 8 jenis usaha lainnya masing-masing masuk di bagian unit usaha Ritel & Resto, Industri Olahan dan Agency.

Entrepreneurship di Ponpes
AJARKAN ENTREPRENEURSHIP. Salah satu unit usaha Laboratorium Budidaya Ikan Air Tawar milik Ponpes Bahrul Maghfirah. Foto: Izzuddin

Lebih jauh lagi Taufik berharap kedepannya pondok pesantren yang terletak di Jl. Joyo Agung No.2, Tlogomas, Kec. Lowokwaru, Kota Malang tersebut menjadi kawasan wisata religi bagi para pelancong luar kota.

“Harapan ke depan memang ini menjadi sebuah pondok macam wisata religi. Itu cita-cita kami,” ucap Taufiq.

“Jadi orang masuk ke pondok itu kelihatan indah, bersih, rapi dan menyenangkan,” pungkasnya.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *