SIARINDOMEDIA.COM – Salah satu siswa kelas 9 B SMP Bahrul Maghfiroh, M. Reifan Nur Rohim berhasil menyabet medali perak dalam ajang olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat nasional, Minggu (17/12/2023).
Olimpiade yang digagas oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) tersebut merupakan kali kedua DPP AGPAII menggelar event tingkat pelajar.
Reifan, siswa kelas 9 B SMP Bahrul Maghfiroh merasa senang dengan hasil yang diraih dalam event tersebut.
“Alhamdulillah… Senang,” jawab siswa asal Blimbing, Kota Malang tersebut pada Siarindo Media saat dijumpai di Pondok Pesantren Bahrul Maghfirah, Selasa (19/12/2023).
Sebelumnya, Reifan tidak memiliki ekspektasi jika dirinya akan mendapatkan juara. Sebab waktu mempersiapkan materi yang dipelajari cukup singkat.
“Nggak, sebenarnya itu sudah putus asa. Soalnya belajar cuma dua hari masak mau (pingin) menang. Tapi kok ndilalah dipanggil (pas sesi awarding), ungkapnya.
Dalam perlombaan ini, siswa kelahiran 25 September 2008 menduduki peringkat 20 besar. Yang mana peserta di posisi pertama hingga ketiga mendapatkan emas, peringkat 4 hingga 12 memperoleh perak dan 10 peserta di peringkat selanjutnya meraih perunggu.
Ada tiga kategori yang disediakan dalam event ini, kategori SD, SMP dan SMA/SMK.
Khusus di kategori SMP, pada babak penyisihan, Reifan berhasil keluar dengan menyisihkan sebanyak kurang lebih 5.000 peserta untuk melaju ke babak final.
Di babak final, setiap provinsi diambil 6 peserta terbaik, sehingga ada kurang lebih 30 an peserta perwakilan provinsi seluruh Indonesia melaju ke babak final.
Di sesi ini, finalis diberi tugas untuk menulis esai tentang moderasi beragama. Dan di akhir penilaian, nama Reifan keluar menduduki posisi ke-12.

Dengan raihan positif yang didapat dalam olimpiade ini, Reifan berpesan kepada teman-teman agar terus bersemangat dan tidak lupa tetap menomorsatukan akhlak.
“Belajar yang tekun dan paling penting adab,” ucap Reifan.
“Karena kalau tekun saja nggak pakai adab ya percuma. Biar dapat barokah pondok harus taat peraturan pondok juga,” tutup siswa asli Kota Malang tersebut.













