SIARINDOMEDIA.COM – Genap menginjak usia ke-20, Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’had Aly Al-Hikam Malang (STAIMA) membuka gelaran Dies Natalis ke-20 di Aula Makbaroh, Senin (4/12/2023).
Di harlah ke-20 ini, STAIMA mengusung spirit “Bersinergi Dalam Harmoni Menuju Universitas Hasyim Muzadi”.
Dalam momentum ini, dihadiri langsung oleh Nyai Hj. Mutammimah Hasyim Muzadi, Pembina Yayasan Ma’had Aly Al-Hikam Malang, KH. Muhammad Nafi’, Pengasuh Ma’had Aly Al-Hikam Malang, Dr. Mohammad Nurcholiq, M.Pd., Ketua STAIMA, Laily Abida, M.Psi. Psikolog. Wakil Ketua I, Edy Hayatullah, S.E., M.M., Wakil Ketua II, serta Civitas Akademika serta seluruh mahasiswa dan mahasiswi STAI Ma’had Aly Al-Hikam Malang.
Kegiatan ini diawali dengan Khatmil Qur’an dan Istighosah yang dipimpin oleh Addin Kholisin, M.Ag., kemudian disambung dengan pembacaan selawat oleh Muhammad Syauqillah, S.E., M.E. dan dipungkasi dengan syujud syukur.

Nyai Hj. Mutammimah dalam sambutannya menyampaikan, bahwa dosen wajib menjadi teladan bagi seluruh mahasiswa.
“Bagaimana jiwa raga dosen perlu menjadi suri tauladan bagi mahasiswanya. Harus bisa membawa sosok panutan, nilai dan citra sebagai dosen STAIMA,” ungkap Pimpinan Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Malang tersebut.
“Cita-cita menuju universitas harus dimulai dari Civitas Akademika STAIMA Al-Hikam Malang dengan benar-benar mengedepankan profesionalitas, sinergitas, loyalitas dan etos kerja,” imbuhnya.
Senada dengan Nyai Mutammimah, Pengasuh Ma’had Aly Al-Hikam menyampaikan bahwa STAIMA perlu mempunyai dosen yang berkarakter.
“Momen Dies Natalis ini harus dijadikan momentum untuk menjadi dosen berkarakter yang mampu menciptakan calon guru-guru yang baik karakternya,” ucap Kiai Nafi’ dalam sambutannya .
“Menjadi guru adalah pilihan, maka perlu kita mulai dari diri kita sendiri. Oleh sebab itu, semua yang mengabdi di STAIMA harus ditata niat dan hatinya karena cita-cita menuju Universitas Hasyim Muzadi penuh dengan pengorbanan dan perjuangan yang sangat panjang,” sambungnya.
Di lain sisi, Ketua STAIMA mengajak para hadirin untuk menghaturkan rasa syukur di usia emas STAIMA tersebut.
“Sujud syukur dalam Dies Natalis ini merupakan wujud mensyukuri apa yang STAIMA sudah capai saat ini,” ujar Nurcholiq pada para hadirin.
“Pada tahun 2003 lembaga ini masih kecil, namun wujud perkembangannya sekarang mahasiswa STAIMA sudah mencapai sebanyak 1.200 aktif. Mari bersama sama berikhtiar untuk menjadi lebih maju,” tambah pria kelahiran Blitar tersebut.

Saat beberapa sambutan tuntas disampaikan, agenda kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbolisasi dibukanya rangkaian agenda Dies Natalis ke-20 STAIMA. Segmen ini dipimpin langsung oleh Pembina Yayasan Ma’had Aly Al-Hikam Malang dan Pengasuh Ma’had Aly Al-Hikam Malang.
Peringatan hari jadi STAIMA tersebut juga akan diisi dengan berbagai macam agenda; mulai seminar, lomba hingga jalan sehat.













