SIAIRNDOMEDIA.COM – Institut teknologi Nasional (ITN) Malang akan menggelar prosesi wisuda yang ke-70 Periode II Tahun 2023. Istimewanya kali ini dihiasi dengan tujuh wisudawan terbaik ITN Malang. Mereka menelorkan berbagai inovasi, salah satunya berhasil mengolah limbah sayur menjadi bahan untuk briket.
Hal itu dipaparkan lulusan terbaik dari Teknik Kimia S-1 ITN Malang, Soofiyah Dhiya Ulhaq. Dalam penelitian tugas akhir atau skripsinya, dia mengemukakan tentang pengaruh variasi kuat tekan alat press dan variasi komposisi batang bambu dengan limbah sayur kubis terhadap kualitas Biobriket.
“Penelitian ini didapatkan rasio pencampuran biobriket yang terbaik dengan rasio Bambu 80% : Kubis 20% dengan kuat tekan 100 bar. Nilai ini telah memenuhi Standar SNI,” ungkap Soofiyah Dhiya, Kamis (12/10/2023).
Wisudawan terbaik lainnya, Achmad Akbar Marhananda dari Teknik Elektro yang berhasil meraih IPK 3.85, yang ditempuhnya cuma empat tahun. Mahasiswa asal Kota Probolinggo itu mengangkat inovasi rancang bangun alat penghitung jumlah koloni bakteri Stapylococcus Aureus dan Bacillus Subtilis pada mikroskop berbasis Raspberry Pi.
Sedangkan dari Prodi Teknik Informatika S-1, Diffa Adrian Rahma Chiesa berhasil menjadi wisudawan terbaik. Dia meraih IPK 3.81, dengan masa studi juga empat tahun. Putri dari pasangan Ratno Timur dan Asyarul Farida ini menelorkan inovasi tentang sistem peramalan penjualan pakaian wanita yang menggunakan metode Double Exponential Smoothing.
Di Jurusan Teknik Industri S-1, terdapat nama Edward Togap Samuel Sihombing, Sumatera Utara. Dia berhasil meriah IPK 3,61 dengan masa studi empat tahun pula. Dalam skripsinya dia melakukan studi kasus di PT. Indostar Building Material. Mahasiswa ITN ini berhasil membuat terobosan dalam perancangan penjadwalan pemeliharaan mesin stacker. Inovasi ini manfaatnya untuk meningkatkan keandalan mesin dan menurunkan waste melalui metode RCM dan MVSM.
Lain halnya Izza Nur Afida, mahasiswa dari teknik mesin kampus biru ini mengangkat inovasi mengenai karakterisasi proses karburisasi baja aisi 1050. Yakni dengan menggunakan limbah serbuk fotokopi dan arang batok kelapa. Dara asal Trenggalek berhasil meraih IPK 3,48 yang ditempuhnya juga dalam waktu empat tahun.
Wisudawan ke tujuh yang berhasil menjadi yang terbaik diraih Indityo Wibowo Aji, dari Teknik Sipil. Dalam skripsinya, dia meneliti tentang pengaruh penggunaan Fly Ash dan abu ampas tebu terhadap sifat mekanik mortar Geopolimer. Dia berhasil meraih IPK 3.62.
Rencananya prosesi wisuda ke 70 ini akan diselenggarakan di Kampus 2 ITN Malang pada hari Sabtu (14/10/2023). Dengan jumlah wisudawan mencapai 739 mahasiswa, terdiri dari 18 wisudawan Program Pasca Sarjana (S2), dan 401 wisudawan S1 Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP). Serta terdapat 320 calon wisudawan dari Fakultas Teknologi Industri 296 Program Strata Satu, S1 & 24 Wisudawan Program Diploma D3.













