SIARINDOMEDIA.COM – Saat matahari tepat berada di atas kepala dengan terik yang tak terkira, tim Siarindo Media melakukan kunjungan ke toko pusat Malang Strudel yang berada di Karanglo Jl. Perusahaan Pergudangan Klibiz-Hub B2-1 pada Rabu (11/10/2023).
Sesampainya di sana, tim Siarindo Media disambut hangat Supervisor Marketing Malang Strudel, Ajeng Herlin Listyaningrum dan Wahyu Tri Noviana selaku Admin Digital Marketing Malang Strudel.
Banyak hal yang dibahas dalam percakapan di toko oleh-oleh khas Malang tersebut, salah satunya mengenai resep penjualan produk Malang Strudel di market place atau e-commerce.
“Kemarin sangat disayangkan, kita baru masuk ke Tik-Tok Shop malah ditutup,” kata Ajeng membuka perbincangan.
Spv Marketing Malang Strudel tersebut menjelaskan bahwa awal mulanya dia hanya membuat konten di Tik Tok tanpa menjajakan produk Malang Strudel. Pertengahan tahun 2022 tepatnya tim marketing Malang Strudel mulai terjun di aplikasi milik Zhang Yiming tersebut.
“Awalnya kita masuk (Tik Tok) hanya konten, Mbak. Kayak konten kita udah mulai bagus baru kita masuk ke Tik Tok Shop. Jadi kita nggak nguber sale yang serius, karena menurutku kontennya harus jalan dulu,” papar Perempuan alumni sastra Universitas Negeri Malang tersebut.

Meski demikian, Ajeng menuturkan, masih ada tempat lain atau market place yang bisa digunakan untuk menjual produk Malang Strudel.
Di sisi lain, Wahyu Tri Noviana selaku Admin Digital Marketing Malang Strudel memaparkan, meski pengikut di Tik Tok sudah cukup banyak, namun Strudelers (sebutan pembeli produk Malang Strudel) masih didominasi oleh market place yang terbilang besar.
“Dampaknya (penutupan Tik Tok Shop) itu juga lumayan. Soalnya yang ikutan live juga banyak,” ujar Novi.
“Terus mungkin orang-orang lebih seneng belanjanya di Shopee, di Tokopedia sama di Blibli,” tutupnya.














