KUKUHKAN 5 GUBES, UNIVERSITAS NEGERI MALANG TAMBAH DERETAN PROFESOR

SIARINDOMEDIA.COM – Universitas Negeri Malang (UM) menambah deretan profesor yang dimiliki dengan kembali mengukuhkan lima Guru Besarnya (Gubes), Kamis (27/9/2023). Lima Gubes tersebut adalah: Prof Dr Dedi Kuswandi MPd, juga Prof Dr H Sugeng Hadi Utomo MS, Prof Dr Henny Indreswari MPd, dan Prof Dra Nunung Suryati MEd PhD, serta Prof Dr M Ramli MA.

Prof Dr Dedi Kuswandi MPd merupakan Guru Besar Bidang Ilmu Model dan Strategi Pembelajaran. Dalam orasi ilmiahnya yang menghantarkan menjadi Gubes, Prof Dedi menyoroti Teknologi Pendidikan (TP). Dia memfokuskan kajiannya pada pemecahan permasalahan belajar dan pembelajaran, dengan cara merancang, mengkreasi, menggunakan, dan mengelola proses dan sumber daya belajar untuk mempermudah dan meningkatkan performa belajar.

Sedangkan Prof Dr H Sugeng Hadi Utomo MS, merupakan Guru Besar Departemen Ekonomi Pembanguna FEB UM. Prof Sugeng mengupas kemiskinan yang menurutnya merupakan masalah multidimensi yang berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan. Dimana kemiskinan semakin meluas dengan angka yang tinggi merupakan inti dari semua masalah pembangunan. Kondisi kemiskinan di negara ini juga diperparah oleh adanya pandemi Covid-19 yang sempat mengguncang perekonomian.

Sementara Prof Dr Henny Indreswari MPd, Guru Besar Bidang Konseling Humanistik, mengangkat nilai-nilai etika profesional merupakan hal yang sangat penting dalam profesi konselor. Prof Henny menilai konselor sekolah memiliki peran yang substansial dalam membantu peserta didik atau konseli dalam mengatasi berbagai masalah kehidupannya, baik masalah pribadi, sosial, belajar, maupun karier. Tingkat profesionalisme ini juga dapat membuka peluang karier yang lebih baik bagi konselor yang memiliki kualifikasi tinggi. Sebagai hasilnya, konselor yang profesional menjadi pilihan utama bagi berbagai lembaga dan institusi yang memerlukan layanan konseling.

Lain halnya Prof Dra Nunung Suryati MEd PhD, yang merupakan Guru Besar Bidang Curriculum, Teacher Education and Professional Development in ELT. Dia mengangkat perihal model pengembangan profesionalisme guru bahasa inggris yang efektif dan berkelanjutan. Menurut Prof Nunung, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa English Proficiency siswa Indonesia masih rendah. Profisiensi atau Kemahiran berbahasa mengacu pada kemampuan seseorang menggunakan bahasa untuk berbagai tujuan komunikatif. Pengguna yang mahir dikatakan mempunyai penguasaan bahasa yang baik, yaitu dapat memahami bahasa tanpa kesulitan, mengungkapkan berbagai gagasan dengan jelas dalam ucapan dan tulisan, serta nyaman berinteraksi dengan penutur lain.

Gubes terakhir, Prof Dr M Ramli MA, yang merupakan Guru Besar Bidang Ilmu Konseling Posmodern. Dalam orasi ilmiahnya Prof Ramli menyampaikan mengenai pelayanan konseling sekolah dimaksudkan untuk memfasilitasi perkembangan konseli secara optimal dan mencapai tujuan yang diharapkan. Salah satu ancangan yang digunakan di sekolah ialah konseling posmodern, yaitu ancangan konseling yang menggunakan perspektif posmodernisme dalam berkolaborasi dengan konseli mencapai perubahan bermakna dalam kehidupan.

Author

  • Kuli tinta yang gemar rebahan sekaligus doyan makan. Namun terobsesi pengen jadi manusia yang manfaat dunia akherat.

    View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *