SIARINDOMEDIA.COM – Universitas Brawijaya (UB) kembali menambah deretan profesornya. Sebanyak lima Guru Besar UB dikukuhkan pada Jumat (15/9/2023). Mereka adalah Prof Dr Ir Tri Eko Susilorini MP IPM ASEAN Eng, Prof Dr Ir Syafrial MS. Juga ada Prof La Choviya Hawa STP MP PhD, Prof Dr Isnani Darti SSi MSi serta Prof Dodi Wirawan Irawanto SE MCom PhD.
Prof Dr Ir Tri Eko Susilorini MP IPM ASEAN Eng dalam orasi ilmiah mengambil judul ‘Teknologi Morfobiomol untuk Pengembangan Kambing Perah Lokal dan Peningkatan Produksi Susu’. Ini karena dia menganggap populasi, produksi susu dan mutu genetik kambing perah sampai saat ini belum menunjukan peningkatan secara nyata.
Prof Tri pun kemudian mengajukan gagasan teknologi morfobiomol yang merupakan perpaduan morfologi dan teknologi biomolekuler dalam upaya pengembangan kambing perah dan peningkatan produksi susu.
Sedangkan Prof Dr Ir Syafrial MS dikukuhkan sebagai profesor dalam bidang ilmu Ekonomi Pertanian sebagai Profesor aktif ke-29 di Fakultas Pertanian (FP). Serta Profesor aktif ke-177 di kampus ini dan menjadi Profesor ke-336 dari seluruh Profesor yang telah dihasilkan oleh Univesitas Brawijaya.
Lain dengan Prof Dr Isnani Darti SSi MSi yang menggagas penggunakan Matematika untuk pengembangan ekologi, epidemiologi dan eko-epidemiologi.
Prof Isnaini merupakan profesor dalam bidang ilmu Matematika terapan sebagai Profesor aktif ke-24 di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Dia juga Profesor aktif ke-176 di Universitas Brawijaya serta menjadi Profesor ke-335 dari seluruh Profesor yang telah dihasilkan UB.
Guru Besar keempat yang akan dikukuhkan UB ialah Prof La Choviya Hawa STP MP PhD. Dia memberikan inovasi penemuan IRTMS sebagai solusi meminimalkan kerusakan komoditas pertanian pasca panen. Hal ini karena pengeringan komoditas pertanian penting dilakukan untuk memastikan kualitas dan daya simpan produk akhir yang optimal.
Prof La Choviya mempromosikan Integrated Real Time Monitoring System (IRTMS) versi baru sebagai sistem pengering konveksi udara paksa dengan kemampuan mengukur perubahan massa, kelembaban relatif (RH) serta dapat mengontrol suhu dan kecepatan udara secara terintegrasi.
Guru Besar kelima adalah Prof Dodi Wirawan Irawanto SE MCom PhD, yang menggagas konsep inovasi Leadership Profiling yang berwawasan budaya lokal.
Menurutnya, para manajer khususnya ekspatriat perlu mewaspadai potensi disparitas kekuasaan. Para manajer, memerlukan pendekatan berbeda dalam membangun visi bersama dengan menjaga hubungan timbal balik yang baik.













