SIARINDOMEDIA.COM – Universitas Negeri Malang (UM) kembali mengukuhkan 5 (lima) Guru Besar. Mereka adalah Prof Dr Tri Kuncoro ST MPd, Prof Dr Ibrohim MSi, Prof Dr Hanik Mahliatussikah SAg MHum, Prof Dr Muntholib SPd MSi dan Prof Dr Muslihati SAg MPd. Pengukuhan kelima Guru Besar ini akan dilakukan di Aula GKB A19 Lantai 9 UM, Rabu (6/9/2023).
Ditemui disela-sela gladi bersih pengukuhan, Selasa (5/9/2023) Prof Dr Muslihati SAg M.Pd merupakan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Bimbingan dan Konseling Multibudaya, Fakultas Ilmu Pendidikan UM.
Dalam orasi ilimiahnya dia menyampaikan mengenai inovasi Bimbingan Konseling (BK) multi budaya. Menurutnya BK merupakan sendiri ilmu psikologi terapan. Dimana di sekolah-sekolah Indonesia keberadaanya perlu perjuangan untuk mendapat eksistensinya, sedangkan di Eropa konseling sudah menjadi kebutuhan.
Prof Muslihati menambahkan, sebetulnya karakter nusantara dapat diangkat untuk menjadi konsep konseling di negeri ini, agar konseling dapat diterima dan menjadi kebutuhan di Indonesia.
Sedangkan Prof Dr Hanik Mahliatussikah SAg Mhum merupakan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pembelajaran Sastra Arab pada Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.
Prof Hanik menyoroti pembelajaran bahasa Arab dengan mengkaji sastra Alquran dimana Kitabullah menjadi gaya bahasa sastra tertinggi, namun sayang ini belum menjadi fokus. Lewat orasi ilmiah ini, dia mengingatkan hal tersebut, dimana kosa kata dalam bahasa arab mencapai 12 Juta, tertinggi di dunia. Maka menurutnya perlu mata kuliah paket kesusastraan Alquran.
Lain lagi yang disampaikan Prof Dr Tri Kuncoro ST MPd yang Guru Besar dalam Bidang Ilmu Media Pembelajaran Pendidikan Vokasional/Teknik Sipil/Teknik Bangunan pada Fakultas Teknik UM. Dia menyampaikan seputar keterbatasan lahan dalam pembangunan, maka harus cerdas membangun gedung apalagi dengan tantangan Revolusi Industri 5.0.
Sementara Prof Dr Ibrohim Msi merupakan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pengembangan Keprofesian Guru Sains pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UM. Dia menilai masyarakat saat ini kurang melek teknologi, hal ini merujuk fenomenanya kebanyakan orang belum mengambil keputusan dengan tindakan yang ilmiah. Maka perlu komunitas belajar para guru guna pengembangan pendidikan kedepan.
Sedangkan Guru Besar kelima yang akan dikukuhkan adalah Prof Dr Muntholib SPd Msi. Dia merupakan Guru Besar dalam bidang ilmu Strategi Pembelajaran Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UM. Prof Muntholib menjabarkan mengenai strategi memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada anak didik dengan menelaah konteks dan permasalahan serta melakukan investigasi.
Dalam investigasi, anak didik mendapatkan pengalaman belajar merancang dan melakukan investigasi, membuat penjelasan, dan berargumen. Sedangkan di akhir fase, anak didik memperdalam dan memperluas pemahaman yang diperolehnya dengan menerapkannya pada konteks baru, menganalisis permasalahan kompleks, membuat studi kasus, proyek, dan yang lainnya.













