WISUDA IKIP BUDI UTOMO USUNG TEMA ‘PROSES HEPPIEE, SUKSES MENANTI’

SIARINDOMEDIA.COM – IKIP Budi Utomo menggelar wisuda sarjana dan pascasarjana dengan mengusung tema ‘

SIARINDOMEDIA.COM – IKIP Budi Utomo menggelar wisuda sarjana dan pascasarjana dengan mengusung tema ‘Proses Heppiee, Sukses Menanti’. Tema ini dipilih sebagai upaya menepis bahwa suasana akademik tidak harus ditempuh dengan cara kaku dan menyeramkan. Kampus ini selalu berkomitmen menyelenggarakan pendidikan dengan proses yang heppiee dan membahagiakan.

Rektor IKIP Budi Utomo Assoc Prof Dr Nurcholis Sunuyeko MSi menyampaikan, wisuda mungkin bagi sebagian kalangan sebagai ritual pendidikan biasa. Tapi tidak bagi perguruan tinggi ini, yang selalu memberikan nuansa berbeda, sehingga memberikan kesan dan memori mendalam bagi mahasiswa.

“Kami menyelaraskan akal dan rasa, dengan terus berinovasi menciptakan  terobosan. Karena kampus ini pelopor, bukan pengekor,” ungkap Assoc Prof Nurcholis, Selasa (15/8/2023) di Hall Hotel Ijen Suit.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor IKIP Budi Utomo mengucapkan selamat dan terima kasih,  kepada wali wisudawan yang telah sudi hadir dalam acara wisuda dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada LLDikti wilayah 7 Jawa Timur atas segala dukungan dalam memajukan perguruan tinggi di Jawa Timur.

“InsyaAllah tidak lama lagi IKIP Budi Utomo menjadi Universitas,” ucap Assoc Prof Nurcholis.

Dalam menggelar wisuda kampus ini mengusung filosofi pantai yang dapat diartikan sebagai metafora yang menggambarkan proses pembelajaran dan pengembangan diri. Dimana pantai sering menjadi simbol perubahan, penemuan, dan refleksi dalam hidup.

Seperti halnya gelombang yang terus datang dan pergi, pendidikan juga melibatkan proses terus-menerus belajar dan berkembang.

Pantai juga mengajarkan tentang adaptasi dan fleksibilitas. Seperti pasir yang selalu bergerak dan berubah bentuk, individu dalam dunia pendidikan perlu mampu menyesuaikan diri dengan perubahan dan tantangan baru. Pantai juga melambangkan kerendahan hati, mengingat betapa besar dan kuatnya lautan.

Demikian pula, pendidikan mengajarkan pentingnya merendah diri untuk terus belajar dari pengalaman dan orang lain.

’. Tema ini dipilih sebagai upaya menepis bahwa suasana akademik tidak harus ditempuh dengan cara kaku dan menyeramkan. Kampus ini selalu berkomitmen menyelenggarakan pendidikan dengan proses yang heppiee dan membahagiakan.

Rektor IKIP Budi Utomo Assoc Prof Dr Nurcholis Sunuyeko MSi menyampaikan, wisuda mungkin bagi sebagian kalangan sebagai ritual pendidikan biasa. Tapi tidak bagi perguruan tinggi ini, yang selalu memberikan nuansa berbeda, sehingga memberikan kesan dan memori mendalam bagi mahasiswa.

“Kami menyelaraskan akal dan rasa, dengan terus berinovasi menciptakan  terobosan. Karena kampus ini pelopor, bukan pengekor,” ungkap Assoc Prof Nurcholis, Selasa (15/8/2023) di Hall Hotel Ijen Suit.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor IKIP Budi Utomo mengucapkan selamat dan terima kasih,  kepada wali wisudawan yang telah sudi hadir dalam acara wisuda dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada LLDikti wilayah 7 Jawa Timur atas segala dukungan dalam memajukan perguruan tinggi di Jawa Timur.

“InsyaAllah tidak lama lagi IKIP Budi Utomo menjadi Universitas,” ucap Assoc Prof Nurcholis.

Bersama wisudawan terbaik
FILOSOFI PANTAI. Rektor IKIP Budi Utomo Malang Assoc Prof Dr Nurcholis Sunuyeko MSi memberi ucapan selamat kepada wisudawan terbaik. Foto: Dedik Achmad

Dalam menggelar wisuda kampus ini mengusung filosofi pantai yang dapat diartikan sebagai metafora yang menggambarkan proses pembelajaran dan pengembangan diri. Dimana pantai sering menjadi simbol perubahan, penemuan, dan refleksi dalam hidup.

Seperti halnya gelombang yang terus datang dan pergi, pendidikan juga melibatkan proses terus-menerus belajar dan berkembang.

Pantai juga mengajarkan tentang adaptasi dan fleksibilitas. Seperti pasir yang selalu bergerak dan berubah bentuk, individu dalam dunia pendidikan perlu mampu menyesuaikan diri dengan perubahan dan tantangan baru. Pantai juga melambangkan kerendahan hati, mengingat betapa besar dan kuatnya lautan.

Demikian pula, pendidikan mengajarkan pentingnya merendah diri untuk terus belajar dari pengalaman dan orang lain.

Author

  • Kuli tinta yang gemar rebahan sekaligus doyan makan. Namun terobsesi pengen jadi manusia yang manfaat dunia akherat.

    View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *