PROSPEK INDUSTRI TEPUNG GLUKOMANAN PORANG, KOMODITAS PANGAN BARU DI INDONESIA

* PROF. IR. SIMON BAMBANG WIDJANARKO, M.APP.SC., PH.D.

SIARINDOMEDIA.COM – Tanaman porang mulai dibudidayakan oleh masyarakat di Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, dimulai sekitar tahun 1980 (1).

Walaupun tanaman porang (Amorphophallus muelleri Blume) sudah lama dikenal masyarakat di Saradan, tumbuh liar di hutan-hutan pulau Jawa (2), dan sudah dijual ke PT Ambico, dalam bentuk umbi, sejak tahun 1976 (Komunikasi pribadi, 2007), umbi porang baru tahun 2005 memiliki nilai ekonomis, yakni harganya berkisar Rp500,-/kg basah sampai tertinggi Rp10.000 – Rp12.500/kg basah di tahun 2019 (3).

Harga umbi porang di tahun 2021 – 2022 berkisar Rp5.000 sampai Rp7.000/kg basah. Harga umbi porang tertinggi tercatat di tahun 2019 -2020. Naik turunnya harga jual umbi sangat ditentukan oleh hukum pasar supply and demand.

Pandemi Covid-19 dan permintaan dari Cina terutama menyebabkan harga umbi porang stangnan di kisaran Rp5.000 – Rp7.000/kg basah.

Porang booming menjadi komoditas andalan di Jawa Timur, karena porang mengandung glukomanan 85% (4). Glucomannan (GM) adalah serat larut yang dibutuhkan tubuh, dapat difermentasi, serat pangan yang larut air dan membentuk larutan kental biasa digunakan bahan hidrokoloid untuk berbagai macam produk pangan yang sehat karena mengandung kalori yang rendah (5).

Jokowi dan porang
PASAR MASIH TERBUKA LUAS. Presiden Jokowi saat meninjau fasilitas pabrik pengolahan porang PT Asia Prima Konjac di Madiun, 19 Agustus 2021. Foto: Ist/Setkab

Hubungan GM dengan obesitas direview oleh Keithley dan Swanson. Peran GM dan produk turunannya termasuk Hydrolysed Konjac Glucomannan (HKGM) dalam kaitannya prebiotic, anti-inflamasi, anti-tumor dan aspek keamanan pangannya dengan ditulis Widjanarko et al. (2022).

Industri porang Glukomanan di Jawa Timur masih terbatas dilakukan oleh pemain lama yakni PT. Ambico. Industri porang yang masih beroperasi di Pandaan, Pasuruan, Probolinggo, Gresik dan Madiun masih berpusat menghasilkan keripik atau chips porang, yang diekspor ke Cina terutama dan Jepang serta negara-negara lain di dunia, seperti: Taiwan, Australia, Hongkong, dll.

Permasalahan utama dalam mendirikan industri porang Glukomanan, disamping aspek Teknologi, juga pasar dalam negeri untuk menggunakan produk pangan yang memakai bahan tambahan pangan berupa tepung Glukomanan masih terbatas pada industri besar minuman “Jelly Drink”. Sedangkan produk pangan seperti: beras porang, mie basah dan mie kering (Shirataki) bukan merupakan makanan pokok rakyat Indonesia.

Pemakaian tepung GM dari porang banyak digunakan di Industri minuman Jelly drink dalam jumlah yang kecil (1-2%). Walaupun kebutuhan tepung GM dalam satu pabrik saja ada 20 ton tepung GM/bulan. Industri turunan daging seperti: bakso, daging iris atau berger masih belum sepenuhnya memakai tepung GM.

Jellyrang
JELLYRANG. Produk olahan porang juga bisa dijadikan “Jelly Drink”. Foto: geraidinar.com

Indonesia mengimpor 100% tepung GM dari Cina terutama, Taiwan, Australia, dll. Kualitas tepung GM produksi terutama dari PT. Ambico masih belum dipakai oleh Industri Jelly Drink dari PT Suntory Garuda Beverage (SGB) (Komunikasi pribadi, 2021).

Permasalahan lainnya belum ada swasta yang secara serius berminat untuk mendirikan pabrik tepung GM di Indonesia. Belum ada guidance atau program yang jelas dari Kementerian terkait, seperti: Kementerian Pertanian dan Kementerian Perindustrian dari hulu-hilir untuk membangun Industri tepung GM dari tanaman porang di Indonesia.

Program yang ditawarkan oleh Kementrian dan Perindustrian masih parsial.

Masalahnya adalah program hulu-hilir, teknologi tepung GM metode basah/kering, kontrol kualitas.

Program Hulu-Hilir

Pemerintah, peneliti, akademisi dan swasta industri makanan- minuman di Indonesia, diharapkan duduk bersama menyusun program hulu-hilir industri tepung GM di suatu wilayah potensi produksi umbi porang di Jawa Timur, khususnya, seperti: Madiun, Ponorogo, Bojonegoro dan Jember.

Sebagai contoh dilakukan survey baseline studies untuk mendirikan pabrik tepung GM dari tanaman porang dengan kapasitas produksi 20 ton/hari, diperlukan berapa luas area penanaman porang di suatu wilayah? Berapa nilai Investasi yang diperlukan dan pasar mana yang dituju?

Teknologi Tepung GM Metode Basah/Kering

Pabrik tepung porang yang kemudian dilanjutkan dengan proses pemurnian untuk memproduksi tepung GM masih terbatas pada teknologi kering, dimana umbi porang diiris jadi chips, dikeringkan dan digiling menjadi tepung porang, kemudian dimurnikan secara mekanis dengan mesin poles yang dibantu dengan sistem siklon, untuk  mendapatkan tepung GM dengan kemurnian diatas 91%. Teknologi ini dikenal sebagai teknologi sistem kering.

Belum ada bukti, tepung GM sistem basah ini cocok untuk industri minuman “Jelly Drink”, karena masalah ketidakcocokan terhadap warna produk pangan akhir dan kekentalan yang diinginkan pada produk “Jelly Drink”.

Produk impor tepung GM dari Cina seperti: tepung GM dari Konson Ltd, Sichuan Newstar Konjac Co., Ltd dan Chengdu Newstar Konjac Co., Ltd diduga berdasarkan informasi valid dari Industri buyer tepung GM dari supplier Cina mengatakan, tepung GM yang diimpor dari China menggunakan metode basah (Komunikasi pribadi, 2021).

Dalam proses produksi tepung GM, bahan diekstrak dari umbi segar, hasil ekstrak dicuci dengan larutan etanol dan dikeringkan, lalu digiling halus diayak diatas ayakan 120 mesh dan dikemas. Proses produksi metode basah belum pernah dilakukan oleh pabrik-pabrik tepung GM di Indonesia.

Tepung Glukomanan Porang
TERSEDIA ONLINE. Produk Tepung Glukomanan Porang pun kini sudah banyak dijual online. Namun produk tepung tersebut sebagian besar diproduksi pabrik-pabrik di China. Foto: Shopee/Bukalapak

Kontrol Kualitas

Tepung porang murni hasil teknologi proses kering belum memenuhi standar kualitas untuk Industri minuman “Jelly Drink”. Terutama aspek warna yang jernih dan kekentalan yang cocok untuk industri “Jelly Drink”. Mutu tepung GM seperti yang dipersyaratkan oleh Konjac Gum (6), belum dapat dipenuhi oleh produsen tepung GM di Indonesia.

Kuncinya adalah Program Hulu-hilir, Inovasi Proses, dan Kontrol Kualitas

Sudah saatnya disusun Program Hulu-Hilir, untuk mendukung Industrialisasi tepung GM yang dapat menggantikan impor tepung GM di Indonesia. Perlu disusun kajian yang lengkap meliputi penanaman porang secara industri untuk mendukung kontinuitas produksi tepung GM di wilayah Jawa Timur, khususnya. Kajian kapasitas produksi tepung GM yang didukung dengan kapasitas produksi umbi porang yang dapat menjamin keberlangsungan pabrik tepung GM di suatu wilayah.

Inovasi proses, khususnya implementasi konsep produksi tepung GM dengan metode basah dan penerapan teknik proses kering dengan memakai mesin poles dilengkapi dengan system siklon yang lebih efisien dalam menghasilkan tepung GM dengan kemurnian yang tinggi dari apa yang sudah dihasilkan selama ini.

Kontrol kualitas pada tepung GM, khususnya yang dapat memenuhi kualitas pasar dalam negeri (Industri minuman “Jelly Drink”) di Indonesia, seperti: PT. Suntory Garuda Beverage, PT. Inaco Food, OT GO BEYOND dll.

Standar kualitas tepung GM harus mengacu pada standar tepung konjac Gum yang ditetapkan oleh Economic European Countries (EEC), sehingga produk dapat diekspor ke negara Eropa dan lainnya.

Ke depan, untuk mendukung standar kualitas tepung GM yang memenuhi standar Eropa, maka penanganan pasca panen umbi porang juga harus diterapkan, sehingga dengan bahan baku umbi berkualitas, produk akhir yang dihasilkan dapat memenuhi standar yang diinginkan.

Tepung GM dari chips yang berwarna hitam, karena teknologi pascapanen chips yang buruk, akan memerlukan tahapan proses pemurnian yang lebih panjang dan menjadi lebih mahal ongkos produksinya. Disini peran inovasi dan teknologi pascapanen umbi porang sangat diperlukan.

Prospek Industri Tepung Glukomanan di Indonesia

Kementan PorangJumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) di Indonesia berkisar 70,72% dari jumlah penduduk sebesar 270,20 juta jiwa (BPS-Statistik Indonesia, tahun 2020), merupakan pasar yang menjamin prospek tepung glukomanan (GM) cerah.

Bagaimana tidak, jumlah penduduk usia produktif sebesar 191,08 juta jiwa bila mengkonsumsi produk minuman dan makanan yang mengandung tepung GM, sekitar 1% saja, ada permintaan produk sebesar 191 juta tepung GM. Bila harga tepung GM sebesar Rp250 ribu/kg tepung GM, maka nilai perdagangan tepung GM akan mencapai = 47,700 M/tahun atau setara dengan Rp47,7 triliun/tahun.

Masa depan tanaman porang Indonesia, untuk mensuplai industri tepung GM cerah, bila edukasi masyarakat akan mengkonsumsi pangan dan minuman sehat dapat terlaksana dengan baik. Jaminan pasar di Dalam Negeri akan tepung Glukomanan menjadi poin penting.

Kerjasama Pemerintah, dunia Bisnis dan Perguruan Tinggi merupakan 3 fondasi utama untuk mewujudkan prospek industri tepung GM cerah di Indonesia.

 

Daftar Pustaka:

  • (1). Budiadi, D. B., Permadi and Latifah, U. (2012) ‘Agroforestri porang, masa depan hutan Jawa’, Indonesia Managing Higher Education For Relevance and Efficiency, (August 2012).
  • (2). Krysanti, A. and Widjanarko, S. B. (2014) ‘Subacute Toxicity Testing of Glucomannan (A. muelleri Blume) Toward SGOT and Sodium of Wistar Rats by In Vivo’, Jurnal Pangan dan Argoindustri, 2(1), pp. 1– 7.
  • (3) Widjanarko dkk., 2020
  • (4) Widjanarko, S., B., Faridah, A. and Sutrisno, A. (2011). Optimization of ultrasound-assisted extraction of konjac flour from Amorphophallus muelleri Blume. In Williams, P.A. and Phillips, G.O. (Eds) Gums and Stabilisers for the Food Industry 17. Royal Society of Chemistry. Proceedings Of the 17th Gums and stabilisers for the food Industry Conference. Wales, UK: 109
  • (5) Keithley, J. K. and Swanson, B. (2005) ‘Glucomannan and obesity: A critical review’, J. Alternative therapies in health medicine, 11(6), pp. 30–35.
  • (6) Anonymous. (2022). Konjac Gum E425 thickener: Konjac Glucomannan, konjac flour. https:www.foodsweeteners.com/kojac- gum-e425/. Akses tanggal 16- Januari 2022.

* Prof. Ir. Simon Bambang Widjanarko, M.App.Sc., Ph.D

Prof Simon Bambang Widjanarkoadalah lulusan Doctor of Philosophy dari The University of New South Wales, Sydney, Australia School of Biological Science di bidang Food Technology tahun 1990. Simon pernah meraih beberapa penghargaan dari Rektor seperti: menjadi peneliti terbaik di strata S3 tahun 1998 dan Dosen Terbaik Urutan 1 di bidang Science and Technology tahun 2018 di Universitas Brawijaya.

Simon pernah menjadi Dekan Fakultas Teknologi Pertanian tahun 2002 – 2007 dan menjadi Sekretaris Senat Universitas Brawijaya periode 2002 – 2014. Sebagai peneliti tergabung dalam Pusat Studi: Pengembangan dan Penelitian Porang Indonesia (P4I, LPPM UB), sebagai Ketua Pusat Studi sejak 2011 sampai sekarang. Kegiatan riset 10 tahun terakhir sebagai peneliti porang dengan topik: Teknologi Proses Pemurnian Tepung Porang skala Pilot Plant dan aspek pemanfaatan porang sebagai food coagulants, bahan bioaktif dan bahan antivirus.

Aktif di Assosiasi Food Hydrocolloids Dunia yang berpusat di Glyndwr University, United Kingdom dan anggota di Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Cabang Malang. Saat ini menjabat Wakil Ketua Majelis Wali Amanah PTNBH Universitas Brawijaya periode 2021 – 2026 and anggota Badan Penasehat Etik, Senat Akademik Universitas Brawijaya, periode 2021-2026.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *