SIARINDOMEDIA.COM – Universitas Negeri Malang (UM) menambah lagi deretan Guru Besar yang dimilikinya. Lima profesor sekaligus yang dikukuhkan besok, Kamis (3/8/2023). Mereka adalah Prof Dr Yuni Pratiwi MPd, Prof Dr Murni Sapta Sari MSi, Prof Dr Agung Winarno MM, Prof Dr Tuwoso MP, Prof Aji Prasetya Wibawa ST MMT PhD.
Prof Dr Yuni Pratiwi MPd dalam orasi ilmiahnya menguraikan tentang isu penting dalam pembelajaran sastra. Bahwa dalam karya sastra terkandung muatan semangat kebangsaan. Menurutnya karya sastra yang bermuatan semangat kebangsaan dapat digunakan oleh para pendidik sebagai sumber pelajaran.
Tentunya sumber pembelajaran yang dapat mengantar peserta didik memiliki kompetensi kognitif dan afektif. Hal ini untuk tumbuh kembang ke alam dewasa sebagai pembela bangsa.
Sedangkan Prof Dr Murni Sapta Sari MSi membeberkan tentang pembelajaran Biologi Botani, yang mempelajari tumbuhan.
Menurutnya saat ini sangat disayangkan guru lebih mengedepankan hapalan, tidak mengenalkan tumbuhan sekitar, hingga ilmu botani menjadi tidak menarik. Padahal keragaman tanaman di Indonesia sangat kaya dan perlu digali dan diteliti sejuta kemanfaatannya.
Lain Prof Dr Agung Winarno MM yang pidato pengukuhannya membeberkan tentang pendidikan kewirausahan. Dia mengkritik model pembinaan kewirusahaan pedesaan. Dimana banyak desa yang berpotensi tapi tidak maju, namun sebaliknya juga ada desa yang tak berpotensi justru malah maju.
Hal ini menurutnya karena kesalahan model kewirausahaan, harusnya membangun karakter hingga pelatihan dan kucuran modal berpotensi untuk gagal.
Sedangkan Prof Dr Tuwoso MP menyoroti pembelajaran vokasi, yang dalam pandangannya merupakan pendidikan yang menghasilkan produsen. Dia menilai kemajuan teknologi selalu lebih depan dari pada pendidikan vokasi. Ketertinggalan pendidikan vokasi tidak seiring kemajuan teknologi.
Selama ini pendidikan vokasi hanya berorirentasi pada pembelajaran mengulang. Semestinya bidang ini menerapkan inovasi pengetahuan dalam ranah pendidikan yang autentik.
Guru Besar kelima dikukuhkan ialah Prof Aji Prasetya Wibawa ST MMT PhD. Dia merupakan profesor bidang rekayasa pengetahuan dan sains data yang pertama di Indonesia. Prof Aji menghubungkan antara teknologi dan budaya, yang menurutnya keduanya saling berkaitan.
Data informasi dan pengetahuan memunculkan kebijakan yang oleh Prof Aji digambarkan seperti pepatah ‘Weruh sadurunge winarah’. Dimana sejatinya merupakan epistem ilmu titen atau niteni, yang berasal dari memahami data dan informasi yang pernah ada, untuk membuat generalisasi kesimpulan yang tepat.













