SIARINDOMEDIA.COM – Pusat Kehidupan Beragama dan Karakter (PKBK) Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LPPP) Universitas Negeri Malang (UM) melakukan studi banding. Kegiatan studi banding ini bertujuan untuk menguatkan wawasan dan perilaku moderasi beragama di kalangan mahasiswa UM. Dengan sasaran Desa Sekaran Kabupaten Kediri yang terkenal sebagai Desa Sadar Kerukunan Beragama.
Ketua PKBK, Dr Achmad Sultoni S.Ag MPd I, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini melihat langsung kehidupan yang rukun di tengah keberagaman agama. Kegiatan ini dirintis mulai 2022, hingga diharapkan dapat dilanjutkan dan dikembangkan.
Desa Sekaran sendiri dipilih karena telah dinobatkan sebagai Desa Sadar Kerukunan Beragama pada Desember 2021. Maka dari itu, desa ini patut dijadikan contoh bagi para mahasiswa untuk meningkatkan sikap toleransi beragama.
“Menurut saya hal ini secara realistis sangat sulit untuk dilakukan, apalagi warganya banyak yang berkeyakinan berbeda-beda,” ungkap Sulthoni.
Oleh karena itu, PKBK Universitas Negeri Malang hadir untuk bersilaturahmi sekaligus mempelajari kiat-kiat menumbuhkan toleran bagi seluruh warga desa ini.
Kepala Desa Sekaran, Purdiman, mengaku senang dan bangga terhadap kedatangan UM. Ia menjelaskan bahwa hal ini bisa terjadi karena adanya komunikasi yang baik antar tokoh umat beragama. Pada awal masa jabatannya, ia mengumpulkan seluruh tokoh agama masing-masing dan melakukan diskusi secara terbuka.
Sejak saat itu, antara pemerintah desa dengan para tokoh umat beragama selalu berkoordinasi untuk menciptakan lingkungan yang damai.
“Jika sesepuh atau tokoh agama bisa rukun, maka pasti umat akan mengikuti,” ucap Purdiman.
Diskusi dilakukan bersama tokoh dari empat agama di Desa Sekaran, yaitu Priyanto sebagai tokoh agama Hindu, Yakobus Katiman sebagai tokoh agama Katolik dan Viky Febri Irawan sebagai tokoh agama Kristen. Dari agama Islam diwakili oleh dua organisasi, yaitu Nizar Afandi dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Fandy Fitrianto Kurniawan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).

Toleransi di Desa Sekaran makin tinggi dengan adanya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Sebagai penengah, forum ini memoderasi antar umat beragama dan mengajak para warga untuk saling bahu-membahu satu sama lain.
Ketika salah satu umat beragama merayakan hari raya, maka warga beragama lain akan saling membantu dan mengamankan kegiatan agar kegiatan dapat dilakukan dengan damai.
Dari hal kecil saja, contohnya para warga membantu mengamankan jalan dan tempat parkir itu sudah menjadi perilaku toleransi.
Kesadaran diri ini tidak bisa dibangun dalam satu dua hari, namun harus ditanamkan sejak dini.













