TIGA KAIN KHAS INDONESIA YANG TEMBUS FASHION INTERNASIONAL

SIARINDOMEDIA.COM – Indonesia memiliki kekayaan yang sangat melimpah. Mulai dari makanan, pakaian, wisata hingga budaya.

United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sejauh ini mencatat dan mengakui kurang lebih sebanyak 12 warisan budaya milik Indonesia sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia (Intangible Cultural Heritage). Warisan budaya tersebut di antaranya adalah wayang, keris, pendidikan pelatihan membatik, batik, angklung, tari saman, Noken Papua, tiga genre tari Bali, kapal pinisi, tradisi pencak silat, pantun hingga gamelan.

Khusus di aspek fashion, kain batik yang menunjukkan ciri khas Indonesia juga kerap kali tampil di ajang fashion internasional. Batik kerap kali ditampilkan di berbagai fashion week di berbagai negara.

Salah satu desainer yang mengenalkan batik ke dunia internasional adalah Denny Wirawan. Dia memperkenalkan Batik dalam ajang New York Fashion Week 2016 silam.

Link Banner

Selain batik, ada tiga kain khas Indonesia yang juga sering ditampilkan oleh para desainer di kancah internasional.

Lurik

LurikPertama kain lurik. Meski sama-sama banyak diproduksi di pulau Jawa, lurik masih kalah popular dari batik. Salah satu tokoh besar di Indonesia yang sering menggunakan kain ini adalah BJ Habibie.

Lurik juga pernah dibawa oleh Maharani Setyawan di ajang Londong Fashion Week dan Otawa Fashion Show. Dalam dua event itu, Perempuan kelahiran Wonogiri tersebut menampilkan busana hasil rancangannya sendiri.

Kain lurik menjadi modal utama Rani mendesain baju baju yang dia pamerkan di hadapan masyarakat mode dunia. Tepatnya kain lurik Pedan Klaten yang membuat Rani memiliki kesempatan untuk keliling dunia mengenalkan salah satu warisan kearifan lokal Nusantara.

Songket

SongketKedua kain songket. Songket merupakan kain yang dihasilkan dengan teknis tenun dan menggunakan mesin tradisional. Kain ini mempunyai corak rumit benang emas atau perak.

Penamaan songket diambil dari cara kain itu dibentuk, yaitu dengan membawa keluar atau menarik benang daripada kain atau menenun menggunakan benang emas dan perak.

Salah satu jenis kain songket yang pernah dipamerkan oleh Shafira Corporation ke Couture Fashion Week di New York pada 2015 adalah Songket Silungkang asal Silungkang, Sawahlunto, Sumatra Barat.

Ulos

UlosKetiga kain ulos. Ulos dalam sejarahnya adalah kain yang secara turun temurun dilestarikan dan dikembangkan masyarakat Batak, Sumatera Utara. Kain ini juga dihasilkan dengan alat tenun bukan mesin. Merah, hitam, dan putih mendominasi kain ulos disambung benang emas atau perak.

Saat ini para desainer memberi perhatian lebih pada ulos untuk dijadikan sebuah karya seni indah dan ditampilkan di banyak acara fashion bergengsi. Salah satu desainer yang membawa kain ini ke level dunia adalah Marthalena Sirait boru Napitupulu, pendiri Martha Ulos.

Pada tahun 2005, dia dipercaya pemerintah untuk menjalankan misi budaya Indonesia ke Amerika Serikat dan memperkenalkan budaya Batak, termasuk Ulos di sana.

Membicarakan fashion memang tidak ada habisnya. Karena itu, bertepatan dengan bulan Ramadhan tahun ini Siarindo Media mengadakan Lomba Fashion Show Islami tingkat SMP yang mengusung tema busana muslim. Event ini akan digelar pada hari Minggu tanggal 9 April 2023 di Gedung Malang Creative Center (MCC) mulai pukul 08:00 sampai selesai.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *