MALANG KIAN MACET, PEMBANGUNAN TRANSPORTASI PUBLIK BISA JADI SOLUSI

SIARINDOMEDIA.COM – Kota Malang menempati peringkat ke-10 sebagai kota termacet di Indonesia, menurut data TomTom Traffic Index pada tahun 2021. Hasil survey tersebut menunjukkan bahwa indeks kepadatan lalu lintas Kota Malang mencapai 35%.

Dengan fenomena ini, lantas muncul pertanyaan, dapatkah pembangunan transportasi publik menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan di Kota Malang?

Banyaknya pendatang seperti mahasiswa serta kepadatan penduduk yang meningkat menjadi salah satu penyebab kemacetan di Kota Malang. Tak heran kini di setiap sudut kota selalu terjadi kemacetan, hal ini yang menjadi keresahan warga Kota Malang setiap harinya. Hingga mereka berbondong-bondong membuat tagar #MalangMacet, #MalangTambahMacet di salah satu platform social media Twitter.


Faktanya, kemacetan tiap hari semakin bertambah terutama menjelang akhir pekan. Banyak wisatawan dari luar kota maupun dari kabupaten yang ingin melancong ke Kota Malang.

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sendiri sebenarnya sudah berupaya untuk melakukan pembangunan guna mengurai kemacetan di Kota Malang. Seperti membangun Underpass di Singosari, membangun Jembatan Tunggulmas, serta melakukan pelebaran di setiap jalan raya.

Tetapi hal tersebut ternyata tidak berdampak secara signifikan di beberapa titik yang menjadi langganan kemacetan.

Oleh karenanya harus pula didukung dengan penyediaan transportasi publik yang memadai, dan system manajemen transportasi yang efisien. Hal ini demi mengurai tingkat kemacetan yang semakin tinggi di Kota Malang.

Malang tambah macet
TRANSPORTASI PUBLIK BISA JADI SOLUSI. Kemacetan Kota Malang kian merata di setiap sudut kota. Area di Jalan Veteran, misalnya, selalu menjadi langganan kemacetan. Foto: Yusrir Roisati

Salah satu supir angkot saat di temui oleh reporter Siarindo Media di sekitaran Balai Kota Malang, mengatakan bahwa pemerintah harus memperhatikan masalah kegunaan transportasi publik.

“Sebenarnya yang harus dibenahi adalah transportasi publiknya. Jadi harapannya dari angkutan umum ini bisa menjadi salah satu solusi kemacetan”, ucap sopir angkot tersebut.

Selain menjadi salah satu sumber perputaran ekonomi masyarakat, tentunya hal ini juga bisa menjadi alternatif solusi bagi pemerintah daerah kedepannya dalam memeperbaiki fasilitas transportasi publik di Kota Malang.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *