TEKAN INFLASI, DISPANGTAN KOTA MALANG DUKUNG GERAKAN URBAN FARMING

SIARINDOMEDIA.COM – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang mendukung penuh gerakan masyarakat untuk membudidayakan tanaman pangan di perkotaan atau urban farming. Pemberdayaan lahan pertanian terbatas di perkotaan itu dinilai dapat membantu menekan angka inflasi, khususnya terkait harga pangan, di Kota Malang.

Salah satu bentuk dukungan untuk gerakan urban farming tersebut adalah dengan memberikan bantuan kepada kelompok tani yang dilakukan akhir tahun 2022 lalu. Ketika itu, atas inisiasi Dispangtan Kota Malang, Walikota Sutiaji menyerahkan bantuan berupa 3 unit hand traktor, 10 unit power weeder, 60 paket sarana budidaya ayam KUB, 25 paket budidaya cabe, 100 paket pembudidaya ikan, dll.

Sutiaji berharap bantuan itu bermanfaat bagi warga untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

“Kami berharap dengan sistem urban farming ini, lahan pertanian saat ini tidak berubah fungsi. Lahan pertanian ya tetap lahan pertanian,” ujarnya usai menyerahkan bantuan di Pertanaman Padi Kelompok Tani Mukti V, Kelurahan Bakalan Krajan, pertengahan Desember lalu.

Urban farming merupakan pemanfaatan ruang terbuka menjadi lahan hijau untuk menghasilkan produk pertanian. Mengingat keterbatasan lahan di perkotaan, produk pertanian yang efektif dibudidayakan adalah tanaman konsumsi berumur pendek seperti tomat, cabai, dan sayur-sayuran. Menanamnya pun bisa diusahakan di wilayah pemukiman padat penduduk.

Konsep pertanian ala urban farming ini bisa membantu warga sekitar untuk menghasilkan bahan pangan keluarga yang sehat dan segar. Selain itu, harganya juga relatif lebih terjangkau sehingga bisa mengurangi pengeluaran warga dan pada gilirannya turut membantu menekan inflasi.

Dan yang tak kalah pentingnya, jika ditekuni sungguh-sungguh, urban farming dapat menjadi sumber alternatif untuk menambah penghasilan warga itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *